Breaking News:

Berita Surabaya

Kementan Minta Petani di Jatim Terapkan Jurus Ini untuk Tanam Cabai di Musim Hujan

para petani cabai di Jatim untuk melakukan sejumlah cara khusus penanaman cabai saat musim hujan.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: irwan sy
Kementerian Pertanian
Kementan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura menyarankan kepada para petani cabai di Jatim untuk melakukan sejumlah tips khusus penanaman cabai ketika musim hujan telah datang, satu di antaranya seperti menghindari penggunaan pupuk nitrogen dosis tinggi karena menyebabkan tanaman rentan patogen. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kondisi iklim yang tidak bersahabat, yang terjadi akhir-akhir ini di beberapa daerah di Wilayah Jatim menyebabkan beberapa petani cabai mengalami gagal panen. Mengantisipasi hal tersebut Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura menyarankan kepada para petani cabai di Jatim untuk melakukan sejumlah cara khusus penanaman cabai.

"Tips penanaman khusus yang bisa diterapkan petani cabai di Jatim ketika musim hujan tiba, misalnya bisa dengan mengurangi genangan melalui pembuatan saluran irigasi sedalam 40 cm, melebarkan jarak tanam 60-70 cm," kata Plt Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Kementan, Sukarman, ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (23/2/2020).

Kemudian, lanjutnya, mengaplikasikan PGPR dengan konsentrasi 20 cc / liter air menggunakan pupuk kompos yang dicampur dengan agens antagonis Thrichoderma sp atau Giocladium Sp.

Adapun untuk mengendalikan cendawan patogen, dikatakan Sukarman, hindari penggunaan pupuk nitrogen dosis tinggi karena menyebakan tanaman rentan patogen.

Sedangkan untuk antisipasi dan monitoring serangan lalat buah, ia menyarankan, cukup memasang likat kuning sebanyak 40 lembar per hektar.

"Pasang likat kuning sebanyak 40 lembar per hektar sebagai antisipasi dan monitoring serangan lalat buah," ujarnya.

Petani, lanjut Sukarman, juga harus mejaga sanitasi lahannya dan membersihkan tanamannya.

"Apabila ada tanaman yang sudah terlanjur terkena serangan harus dicabut dan dibakar supaya tidak menular," tutupnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved