Pilwali Surabaya 2020

Dianggap Kurang Lengkap, Berkas Pendaftaran M Sholeh-Taufik Hidayat Tak Diterima KPU Surabaya

"Masih satu berkas yang lengkap, yaitu B1 KWK, sedangkan dua berkas yang lain belum yaitu B 1.1 KWK dan B 2 KWK," ucap Muhammad Kholid

Dianggap Kurang Lengkap, Berkas Pendaftaran M Sholeh-Taufik Hidayat Tak Diterima KPU Surabaya
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Jalur Perseorangan, M Sholeh-Taufik Hidayat Serahkan Syarat Pencalonan ke KPU Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Pasangan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, M Sholeh-Taufik Hidayat menyerahkan syarat dukungan bakal pasangan calon perseorangan Pilkada Surabaya 2020, Minggu (23/2/2020).

Sholeh-Taufik datang ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya diiringi puluhan Bentor dan pemusik jalanan.

Ia diterima Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi, dan Kepala Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Surabaya, Muhammad Kholid.

Muhammad Kholid mengatakan berkas dari paslon tersebut diterima namun masih diperlukan perbaikan karena belum lengkap.

"Masih satu berkas yang lengkap, yaitu B1 KWK, sedangkan dua berkas yang lain belum yaitu B 1.1 KWK dan B 2 KWK," ucap Muhammad Kholid

KPU Surabaya akan menunggu tim dari Sholeh-Taufik untuk melengkapi berkas tersebut hingga pukul 24.00 WIB, karena hari ini merupakan hari terakhir penyerahan syarat dukungan.

Sementara itu, Sholeh cukup menyayangkan berkas yang ia bawa tidak langsung diterima oleh KPU Surabaya karena jumlah dukungan di Silon (Sistem Informasi Pencalonan) tidak memenuhi 6,5 persen dari jumlah DPT di Surabaya atau setara dengan 138.565 KTP.

"Padahal secara fisik kami sudah membawa 190 ribu foto copy KTP. Menurut PKPU no 18 penyerahan syarat calon perseorangan memang dimulai dari silon, tapi itu tidak diatur dalam UU," kata Sholeh.

Di Undang-undang menegaskan persyaratan pencalonan perseorangan harus didukung e KTP.

"Jadi patokannya rekap manual yaitu bukti fisik," lanjut Sholeh.

Sampai sekarang tim dari Sholeh-Taufik terus melakukan entry ke Silon namun jika pada akhirnya tidak terpenuhi dan dinyatakan tidak lolos ia akan memperkarakannya ke Bawaslu.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved