Berita Jombang

Daging Ayam Ditambahkan Dalam Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Jombang

sebelumnya, hanya berupa telur dan beras (10 kilogram beras dan 10 butir telur), mulai Februari 2020 ada tambahan berupa daging ayam 1 kg

surabaya.tribunnews.com/sutono
Penyaluran sembako program BPNT di Desa Kedungotok Kecamatan Tembelang, Jombang melibatkan petugas Bhabinkamtibmas Polsek Tembelang, Januari lalu. 

SURYA.co.id, JOMBANG - Jenis sembako yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mengalami penambahan.

Kalau sebelumnya jenisnya hanya berupa telur dan beras (10 kilogram beras dan 10 butir telur), mulai Februari 2020 ada tambahan berupa daging ayam seberat satu kilogram.

"Yang baru daging ayam. Untuk Kabuparen Jombang bulan Februari dan Maret 2020 ini, jenis komoditasnya beras, telur dan daging ayam 1 kg," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang, M Saleh kepada Surya.co.id, Minggu (23/2/2020).

Penambahan varian atau jenis sembako dalam paket BPNT tersebut, menurut Saleh, karena terdapat perubahan nilai bantuan. Jika sebelumnya Rp 110 ribu per KPM, kini menjadi Rp 150 ribu per KPM.

Sehingga terjadi penambahan jenis komoditas sesuai tujuan, yakni menyukupi gizi masyarakat.

"Setiap bulan penyaluran tergantung pemerintah pusat melalui BNI untuk melakukan injek. Pembayaran ke kartu rekening KPM. Kisaran antara tanggal 10-15 tiap bulannya," tegasnya.

Dikatakan Saleh, lewat bantuan tersebut, KPM terbantu dalam menghemat pengeluaran uang tunai untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Dengan program bansos sembako ini, uang hasil kerja bisa ditabung. Dan kebutuhan keluarga akan protein dari daging dan telur tercukupi, guna menuju masyarakat zero stunting.

Menurut Saleh, jumlah peserta BPNT di Jombang sendiri sekitar 85.000 KPM.

Saleh menambahkan implementasi penyaluran di Kabupaten Jombang untuk program sembako ini disambut dengan antusias oleh KPM.

Pemerintah Jombang akan melaksanakan penyaluran secara bertahap pada program sembako ini.

Oleh karenanya disesuaikan dengan situasi, kondisi serta potensi lokal masing-masing daerah.

Karena komoditi yang ditambahkn (daging ayam) cukup rentan dengan segala kerusakan.

Sehingga perlu dipertimbangkan secara jelas mekanisme penyaluran serta jenis bahan pangan yang disajikan pada KPM.

"Kami yakin masyarakt KPM akan semakin terbiasa atau inklusif dengan menggunakan kartu KKS dalam memanfaatkan bansos sembako dengan aman," pungkas Saleh.

Penulis: Sutono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved