Berita Blitar

Bocah SD di Blitar Tewas di Parit saat Ditinggal Ibunya Tanam Padi, Kakaknya Meninggal 40 Hari Lalu

Setelah anak pertama meninggal dunia sekitar 40 hari lalu karena mengalami sakit lambung, kini anak keduanya, Rfn, (10) menyusul kakaknya.

Bocah SD di Blitar Tewas di Parit saat Ditinggal Ibunya Tanam Padi, Kakaknya Meninggal 40 Hari Lalu
ist/independent
ilustrasi 

SURYA.co.id | BLITAR - Seolah lengkap duka dialami pasangan suami istri Mustakim (40), dan Ny Eviana (32), warga Dusun Sumberjo, Desa Ngrendeng, Kecamatan Selorejo.

Setelah anak pertamanya meninggal sekitar 40 hari lalu karena sakit lambung, kini anak keduanya, Rfn, bocah yang baru berusia 10 tahun, akhirnya menyusul kakaknya.

Anak laki-lakinya itu, ditemukan tewas di parit sawah, Minggu (23/2) siang.

Entah disebabkan karena apa, korban terjebur di parit sawah, yang airnya hanya setinggi lutut orang dewasa.
"Korban saat ditemukan sudah tak bernyawa, dengan kondisi tertelungkup di parit itu. Diduga, ia sudah meninggal dunia beberapa menit sebelum ditemukan," kata AKP Shodiq Effendi, Kasat Reskrim Polres Blitar.

Dijelaskan Shodiq, penyebab jatuhnya korban ke parit, yang airnya tak begitu dalam itu, memang belum bisa dipastikan.

Namun, papar Shodiq, korban sampai mengalami musibah seperti itu karena diduga penyakit epilepsinya kambuh. Begitu terjatuh ke air dan tak ada orang yang mengetahuinya, sehingga tak tertolong.

"Kata keluarganya, korban punya riwayat penyakit epilepsi. Dan, karena lagi di air, sehingga tak tertolong karena tak ada orang lain yang mengetahuinya," paparnya.

Menurut Shodiq, kejadian itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Itu bermula dari korban yang kelas 3 SDN setempat itu ikut ibunya ke sawah.

Sebab, pagi itu ibunya jadi buruh tandur (menanam padi) di sawah tetangganya. Selama ibunya, menanam padi bersama ibu-ibu lainnya, yang sama-sama jadi buruh tandur itu, korban menunggui di tepi sawah.

Mungkin, karena jemu atau apa, korban minta izin ke ibunya, untuk mencari ikan di parit. Setelah diizinkan ibunya, korban pergi ke arah utara atau menjauh dari tempat ibunya menanam padi itu.

Halaman
12
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved