Banjir Pamekasan
Banjir Pamekasan, Puluhan Warga Perumahan Terjebak. Ini yang DIlakukan BPBD
Personel BPBD Pamekasan mengevakuasi sekitar 29 warga korban banjir dari rumah yang terendam banjir akibat luapan air sungai di kawasan setempat
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | PAMEKASAN - Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Madura, mengevakuasi sekitar 29 warga korban banjir dari rumah yang terendam banjir akibat luapan air sungai di kawasan setempat, Minggu (23/2/2020) dini hari. Para warga yang terdampak banjir tersebut dievakuasi menggunakan perahu milik BPBD Pamekasan dan milik Polres Pamekasan.
Supervisor Pusdal Ops BPBD Pamekasan, Budi Cahyono, mengatakan warga yang dievakuasi berasal dari perumahan penduduk yang terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 50-90 centimeter.
Kondisi banjir terparah kata dia berada di Jalan Gazali yang mencapai 1 meter. Di lokasi tersebut, dikatakan Budi pihaknya mengevakuasi total 8 orang dewasa dan satu balita menuju lokasi aman di sekitar warga setempat.
Sementara di gang Hasan Shinhaji, pihaknya mengevakuasi 20 warga setempat yang rumahnya terdampak banjir.
"Data sementara yang sudah dievakuasi terdiri dari lansia, orang dewasa, remaja, anak-anak dan balita," kata Budi kepada TribunMadura.com (grup surya.co.id).
Lokasi lainnya yang dilaporkan terendam banjir berada di Jalan Raya Patemon dan di Jalan Raya Parteker.
Namun di dua lokasi itu air tidak begitu dalam dan berkisar 40 centimeter saja.
"Untuk orang sakit yang kami evakuasi ada lima orang, dan kelimanya sudah langsung kami bawa ke rumah sakit menggunakan ambulan," ujarnya.
Tidak hanya itu, Budi juga menjelaskan, masuknya luapan air sungai hingga menyebabkan terjadinya banjir ini ke pemukiman warga setempat sekitar pukul 19.30 WIB.
Saat itu, kata dia, air masih di atas tumit.
Namun memasuki pukul 20.30 WIB, luapan air sungai tiba-tiba meluber hingga menyebabkan banjir di wilayah setempat.
"Kami prediksi air akan surut kisaran pukul 04.00 WIB," ucapnya.
Lebih lanjut Budi meminta agar warga setempat tetap waspada dan tidak panik.
Ia memastikan, akan selalu melakukan pemantauan di sejumlah titik di Pamekasan yang sudah terdampak banjir dan yang rawan banjir.
"Kami akan bantu semua warga yang memang harus kami evakuasi. Karena ini tugas kami dan kewajiban kami. Meski sampai tengah malam dan pagi, kami harus bekerja keras dan selalu siap menyelamatkan warga dan mengevakuasi warga," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/banjir-pamekasan-zxx.jpg)