Pilkada 2020

Tanggapi Hasil Survei Alvara Research Center, Begini Komentar Bambang Haryo

Menurut dia, lembaga survei harus mengedepankan independensi dan sesuai dengan metodologi ilmiah.

Tanggapi Hasil Survei Alvara Research Center, Begini Komentar Bambang Haryo
surya.co.id/m taufik
Bakal calon bupati (Bacabup) Sidoarjo Bambang Haryo Sukartono. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Survei dari Alvara Research Center menuai sejumlah reaksi, termasuk dari bakal calon bupati (Bacabup) Bambang Haryo Sukartono.

Politisi Partai Gerindra itu mengaku mengapresiasi hasil survei tersebut.

Dan itu disebutnya membuat tim Bambang semakin kuat dan bekerja keras menatap kontestasi Pilkada Sidoarjo 2020.

Namun, Bambang mengaku dia lebih memilih hasil dari lembaga survei yang kredibel dan memiliki reputasi yang bagus untuk digunakan sebagai parameter.

“Ada sejumlah lembaga survei. Seperti Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang digunakan Partai Demokrat, kemudian PKB menggunakan Pusdeham, Golkar menggunakan LSI dan indobarometer, Poltracking, PDIP gunakan LSI dan Denny JA, kemudian Gerindra menggunakan Charta Politika," kata Bambang.

Menurut dia, lembaga survei harus mengedepankan independensi dan sesuai dengan metodologi ilmiah.

Bukan berdasar orderan atau pesanan salah satu pihak untuk melakukan framing.

“Mengenai survei dari Alvara itu, kita terima kasih saja. Tim kami tidak terpengaruh dengan survei-survei semacam itu. Sejauh ini tim tetap solid bergerak," ujarnya.

Sementara Suwono, Sekretaris DPC Gerindra Sidoarjo, mengaku santai saja mendengar dan melihat hasil survei yang sedang beredar itu.

“Santai saja, kami tidak terpengaruh. Survei itu justru membuat tim dari Bambang Haryo bekerja lebih keras lagi sehingga menorehkan hasil terbaik. Perjalanan masih panjang," kata Suwono.

Dalam rilis yang beredar, hasil survei itu menyebut popularitas dan elektabilitas Ahmad Muhdlor Ali yang tertinggi, bahkan di atas Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin.

Menurut Alvara Research, Muhdlor Ali menempati posisi pertama dengan tingkat pengenalan publik 69,1 persen.

Kemudian disusul Kelana Aprilianto dengan pengenalan 49,9 persen; Bambang Haryo 29 persen; dan Nur Ahmad Syaifuddin 20 persen.

Hidar Assegaf sebesar 14,3 persen; Ahmad Amir Aslichin 10,9 persen; dan Bahrul Amig 10,5 persen.

Popularitas tokoh-tokoh lainnya disebut berada di bawah 10 persen.

Penulis: M Taufik
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved