Berita Surabaya

Pengamat Transportasi & Tata Kota ITS: E-Tilang Efektif Membuat Pengendara di Surabaya Tertib

Sejak diterapkannya E-Tilang di Kota Surabaya tampaknya cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas

Pengamat Transportasi & Tata Kota ITS: E-Tilang Efektif Membuat Pengendara di Surabaya Tertib
SURYA.co.id/Fikri Firmansyah
Pengamat Tata Kota dan Transportasi dari ITS, Putu Rudy Setiawan saat ditemui dikantornya, Sabtu (22/2/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejak diterapkannya E-Tilang di Kota Surabaya pada 16 Januari 2020 kemarin, tampaknya cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Hal itu juga dibenarkan oleh Pengamat Tata Kota dan Transportasi dari ITS, Putu Rudy Setiawan Ir. M.Sc.

"Pertama saya ingin mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemkot Surabaya dalam menertibkan lalu lintas Kota Surabaya serta meningkatkan rasa aman di Jalan dengan adanya E-Tilang yang sudah berlaku sebulan," kata Putu Rudy saat ditemui di kantornya, Sabtu (22/2/2020).

Lebih lanjut, Putu Rudy mengatakan, jika setelah E-Tilang itu sudah aktif selama sebulan dan didapati banyak pengendara yang masih melanggar, berarti bukan karena apa yang dilakukan Pemkot Surabaya tidak efektif namum perilaku sang pelanggarlah yang memang suka melanggar.

"Saya bisa katakan E-Tilang yang diterapkan Surabaya ini efektif karena bisa dilihat, kan tidak semua lampu merah yang ada di Jalanan Surabaya kameranya sudah termasuk E-Tilang, namun warga pun tetap mematuhinya, hal ini berarti masyarakat Surabaya sudah banyak yang mengetahui bahwa di Surabaya sudah ada E-Tilang. Alhasil ada rasa takut dalam diri mereka, maka meski tidak mengetahui lampu merah mana yang sudah termasuk E-Tilang, mereka pun tetap patuh berlalu lintas" jelasnya

Ditanya soal bahwa selama sebulan E-Tilang telah aktif, namun untuk sementara ini ada sekitar 31 kamera yang terhubung dengan Polda Jatim dalam penerapan tilang elektronik tersebut. Hasilnya, sedikitnya 6.035 orang melakukan pelanggaran lalu lintas di Surabaya.

Terkait hal itu, Putu Rudy pun mengatakan, jika terkait 6.035 orang melakukan pelanggaran lalu lintas di Surabaya setelah E-Tilang sudah aktif sebulan, berarti memang 6.035 orang itu perilakunya suka melanggar aturan.

"Saya bisa katakan E-Tilang ini sudah cukup baik dan jika masih ada yang melanggar berarti ya orangnya yang terbiasa melanggar aturan. Karena sebelum mengaktifkan aturan E-Tilang ini sendiri, saya lihat Pemkot Surabaya sudah banyak melakukan sosialisasi akan hal itu. Bahkan, setelah E-Tilang yang aktif punya umur sebulan ini juga masih banyak media yang mengupdate beritanya, artinya informasi dan sosialisasi perihal E-Tilang ini sudah cukup luas, maka jika ada yang melanggar berarti orangnya yang memang punya perilaku suka melanggar," kata Putu dengan rinci.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved