Pilwali Surabaya

Sulit Ada Poros Baru Pilwali Surabaya Selain Kubu PDIP dan Kubu Machfud Arifin

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Andri Arianto menjajaki kemungkinan munculnya poros baru

Sulit Ada Poros Baru Pilwali Surabaya Selain Kubu PDIP dan Kubu Machfud Arifin
net
Pengamat politik UINSA Andri arianto 

SURYA.co.id | SURABAYA - DPP PDI Perjuangan masih menyimpan nama bakal calon wali kota Surabaya yang akan direkom.

Lima partai politik: PKB, PAN, PPP, Gerindra dan NasDem sudah sepakat usung Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin.

Partai Demokrat yang sebelumnya mengklaim mengusung Machfud Arifin masih menunggu keputusan DPP Demokrat.

Sedangkan Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belum menentukan sikap.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Andri Arianto menjajaki kemungkinan munculnya poros baru di luar calon yang akan diusung PDIP dan kubu Machfud Arifin.

Menurut alumnus FISIP Unair ini tidak mudah membentuk poros baru. Selain harus menghitung syarat administratif, menentukan siapa calon yang paling layak menjadi wali kota dan rela jadi wakilnya juga menjadi proses yang tak mudah.

"Proses di internal partai akan jelimet. Sementara waktu begitu mepet. Bulan Juni sudah harus pendaftaran calon wali kota. Saya rasa sulit terbentuk poros baru," kata Andri kepada surya.co.id, Kamis (20/2/2020).

Secara administratif, Golkar dan PKS dengan masing-masing memiliki 5 kursi di parlemen, jika keduanya berkoalisi maka mereka bisa mengusung calon. Ditambah PSI 3 kursi lebih dari cukup.

Syarat mengusung calon adalah diusung minimal 20 persen kursi di parlemen.

"Kekuatan administratif 13 kursi sudah cukup. Tapi saya tidak melihat jalinan komunikasi politik ketiga partai tersebut. Setidaknya tidak nampak di wacana publik," lanjut Adri.

PSI sampai saat ini masih menggunakan mekanisme sendiri, dengan model konvensi.

Sementara PKS tetap kukuh pada pendiriannya dengan mengusung kader sendiri.

Golkar juga menunggu makanisme matang dan tertata rapi.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Rudy Hartono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved