Berita Bojonegoro

Pria Bojonegoro Tega Gelapkan 17 Mobil Rental Tetangga, Begini Endingnya

Novian Henry Rahmawan merupakan pelaku penggelapan mobil rental di daerah tempat tinggalnya di Bojonegoro

m sudarsono/surya
Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, saat ungkap kasus penggelapan mobil yang dilakukan Novian Henry Rahmawan 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Novian Henry Rahmawan (33), warga Desa Mojosari, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, tak berkutik ketika diringkus Satreskrim Polres setempat. Pria tersebut merupakan pelaku penggelapan mobil rental di daerah tempat tinggalnya.

Tak tanggung-tanggung, belasan mobil berbagai merk digadaikan ke orang lain dengan alasan untuk mencukupi kebutuhan pribadi. Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, aksi pelaku terungkap saat ada laporan dari para korbannya yang tak mengetahui keberadaan barang yang disewa Novian.

Setelah dilalukan penyelidikan, akhirnya diketahui keberadaan pelaku hingga berujung penangkapan.

"Berawal dari laporan masyarakat kami  lidik hingga kami tangkap," ujar Budi saat ungkap kasus, Jumat (21/2/2020).

Dia menjelaskan, pelaku ditangkap petugas saat berada di daerah rumahnya tanpa adanya perlawanan.

Setelah ditangkap, lalu dilakukan penyidikan terkait keberadaan barang yang digelapkan pelaku, hingga akhirnya terdeteksi. 

Untuk korban sendiri sementara ada 10 orang, namun akan terus dikembangkan oleh penyidik.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku juga tidak sendiri, melainkan dilakukan secara berkelompok. Namun, dua orang lainnya kabur dan statusnya daftar pencarian orang (DPO).

"Yang dua DPO warga Bojonegoro juga, yang kami amankan satu pelaku. Untuk mobil yang digadaikan pelaku rata-rata sekitar harga Rp 30-50 juta," pungkasnya.

Sementara itu, tersangka Novian Henry Rahmawan menyatakan, melakukan aksi penggelapan mobil untuk kepentingan pribadi.

Lebih dari itu, dia mengungkap tergiur atas ajakan dua temannya yang kabur, dengan iming-iming pembagian hasil uang yang dijanjikan.

"Diiming-imingi oleh dua teman tadi, akhirnya saya mau, nanti uangnya dibagi katanya," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan ancaman pidana 4 tahun dan atau pasal 372 KUHP tentang penggelapan ancaman pidana 4 tahun.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved