Kemudahan izin usaha

Presiden Jokowi Tegur DKI Jakarta dan Surabaya Segera Laksanakan OSS

Presiden Jokowi berjanji akan memberikan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Presiden Jokowi Tegur DKI Jakarta dan Surabaya Segera Laksanakan OSS
kontan
Presiden Joko Widodo usai menghadiri rapat koordinasi nasional investasi 2020, Kamis (20/2/2020). Rakor ini diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia 

SURYA.co.id | JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta agar DKI Jakarta dan Surabaya ikut aturan yang sudah disepakati terkait perizinan investasi lewat online single submission (OSS).

Ini bertujuan untuk memperbaiki kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) tahun ini dari peringkat 73 dunia menjadi 40-50 dunia di tahun ini.

“Kita ingin EoDB rangkingnya semakin baik, sehingga pemerintah pusat dan provinsi semuanya harus bekerjasama dalam garis yang sama dari yang sudah disepakati baik di DKI Jakarta dan Jawa Timur (Surabaya),” kata Jokowi, seusai Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2020, Kamis (20/2/2020).

Sebelumnya, Menteri Koordinasi (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan bahwa Jakarta dan Surabaya menghambat peringkat EoDB Indonesia.

Sebab, kedua daerah tersebut tidak melakukan integrasi perizinan investasi lewat online single submission (OSS) yang berada di naungan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Namun demikian, sebenarnya pemerintah pusat belum mengatur integrasi perizinan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam OSS. Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha hanya mewajibkan Menteri/Kepala Lembaga untuk integrasi layanan perizinan berusaha dan fasilitas investasi ke OSS.

Lima indikator

Secara umum ada lima catatan pemerintah untuk mendorong peringkat EoDB di tahun ini antara lain kemudahan dalam hal memulai usaha, mendirikan bangunan, penyambungan listrik, pendaftaran properti, dan akses perkreditan.

Menko menambahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau RUU Omnibus Law cipta kerja akan menjadi obat jangka panjang masalah kemudahan berbisnis di Indonesia.

Bila, EoDB membaik diharapkan realisasi investasi di dalam negeri selama 2020-2024 mampu tumbuh rata-rata 11,7 persen setiap tahunnya.

Halaman
12
Editor: Rudy Hartono
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved