Berita Surabaya

KPPU Gelar Sosialisasi Persaingan Usaha yang Sehat di Kampus Unitomo Surabaya

Universitas Dr. Soetomo bekerjasama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar Sosialisasi Persaingan Usaha

KPPU Gelar Sosialisasi Persaingan Usaha yang Sehat di Kampus Unitomo Surabaya
tribun jatim/zainal arif
Suasana sosialisasi Persaingan Usaha bertemakan Kemitraan Sehat, Sejahterakan Rakyat di Ruang SM Soemantri, Jumat (21/2/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Dr. Soetomo bekerjasama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar Sosialisasi Persaingan Usaha bertemakan Kemitraan Sehat, Sejahterakan Rakyat di Ruang SM Soemantri, Jumat (21/2/2020).

Kegiatan ini untuk meningkatkan pemahamam tentang persaingan usaha yang sehat.

Sekitar seratus mahasiswa dan dosen hadir dari beberapa universitas di Kota Surabaya ingin memahami secara mendalam perkembangan persaingan usaha hingga saat ini.

Dalam paparannya, Komisioner KPPU Kodrat Wibowo mengatakan dalam era persaingan ekonomi yang ketat ini mengharuskan masyarakat untuk belajar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) karena begitu penting.

"Jalinan pola kemitraan berawal dari bisnis UMKM, yang terpenting jangan takut memulai bisnis," kata Wibowo.

Wibowo juga menjelaskan, KPPU telah berjuang mengimplementasikan ilmu persaingan usaha lebih baik, turut serta memperbaiki, dan meningkatkan perekomomian nasional dengan menggunakan persaingan yang sehat.

"Dalam persaingannya, jangan melakukan praktik-praktik tidak sehat, karena sudah tertuang jelas pada Revisi Undang-Undang (RUU) Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan Praktik Monopoli dan persaingan Usaha tidak Sehat", imbuhnya.

Wakil Rektor IV Unitomo, Meithiana Indrasari mengatakan, jangan sampai pihak-pihak berkepentingan memainkan monopoli perekonomian secara besar-besaran.

"Kegiatan monopoli tidak dapat dihindari, namun ada sisi positif dari monopoli, selama dapat dikendalikan", katanya.

Meithiana manambahkan, jika terjadi monopoli, selama bertujuan mensejahterakan masyarakat akan jadi monopoli yang memiliki dampak positif.

"Indonesia menganut ekonomi demokrasi, di mana goalsnya adalah kesejahteraan masyarakat", imbuhnya.

Mahasiswa yang hadir juga ikut menangapi, dan mengaku semakin memahami keadaan persaingan usaha saat ini.

"Saya baru tahu, persaingan usaha di zaman sekarang ini banyak kecurangan-kecurangan terjadi di mana-dimana," kata Abdul Aziz Wahab mahasiswa dari Universitas Bhayangkara Surabaya yang hadir sebagai peserta.

"Semisal nanti saya buka usaha saya ingin usaha yang saya buat dapat berdampak untuk kesejahteraan masyarakat," imbuhnya.

Penulis: Zainal Arif
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved