Berita Surabaya

Kepala Gudang dan 2 Satpam di Surabaya Sekongkol Bobol Tempat Kerja, Bos Curiga lalu Lapor Polisi

Beberapa karyawan sebuah gudang kedelai di komplek pergudangan Margomulyo Indah Blok G-12 Surabaya terlibat pembobolan tempat kerjanya.

Kepala Gudang dan 2 Satpam di Surabaya Sekongkol Bobol Tempat Kerja, Bos Curiga lalu Lapor Polisi
surya.co.id/firman
Kapolsek Tandes,Kompol Kusminto (tengah) didampingi Kanit Reskrim Polsek Tandes, Ipda Gogot Purwanto (baju putih) menunjukkan para tersangka pelaku pembobol tempat kerja.   

SURYA.co.id | SURABAYA - Beberapa karyawan sebuah gudang kedelai di komplek pergudangan Margomulyo Indah Blok G-12 Surabaya terlibat pembobolan tempat kerjanya.

Akibatnya, sembilan orang yang terlibat dalam kejahatan itu diringkus unit reskrim Polsek Tandes Surabaya.

Sembilan orang itu dua sekuriti gudang Sandra Witrianto (30) Jalan Kalimas Baru II, Surabaya, Mat Saleh (31) asal Jalan Bulak Banteng Baru Gg Gading, dan Kepala Gudang bernama Sumari (58), asal Desa Watesari Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.

Selain itu beberapa karyawan gudang Rudi Kosdianto (28) warga Jalam Medayu Sentosa, Rungkut Surabaya, Yusman (44) warga Jalan Dinoyo Tengah, Surabaya, dan Angga (25) warga Jalan Rangkah Gg. V, Surabaya.

Kemudian Samino (40) warga Jalan Asemrowo Kali, Surabaya, Andry Dwi Sucahyo (39) warga Jalan Simo Pomahan Gg. V Surabaya dan seorang penadah Karyanto (55) warga Barengan Desa Kaloran Kecamatan Ngronggot, Nganjuk.

Delapan orang ini sekongkol membobol gudang dengan menggergaji pintu gudang dan memasukkan barang curian (kedelai) kekarung goni dengan tujuan dijual kepada orang lain.

Aksi itu diketahui dilakukan para pelaku sejak Januari 2019 dengan kerugian perusahaan mencapau miliaran rupiah.

Awalnya polisi lebih dulu menangkap Rudi dan Sandra yang tertangkap tangan sedang memasukkan kedelai yang ada di dalam gudang tersebut tanpa seizin pemiliknya dan nantinya dijual kepada orang lain.

"Awalnya pemilik perusahaan curiga. Lalu mencoba mencari tahu dan melaporkanya kepada kami. Dengan laporan itu kami tindak lanjuti sehingga dua tersangka awal kami tangkap tangan melakukan kejahatan tersebut," sebut Kompol Kusminto, Kapolsek Tandes, Jumat (21/2/2020).

Lanjut Kapolsek, hasil interogasi ditempat, kedua tersangka mengaku tak sendirian dan ditemukan pengakuan jika bersama tujuh orang lainnya secara bergantian.

"Dari dua tersangka ini kami tangkap juga tujuh karyawan yang salah satunya penadah barang curian itu," tambahnya.

Hasil barang curian itu kemudian digunakan para pelaku untuk membeli kebutuhan sehari-hari termasuk di antaranya membeli sebuah TV LED flat sebesar 60 inchi

"Selain para tersangka itu, kami juga amankan barang bukti yang berupa 5 unit sepeda motor, 1 unit sepeda motor R3, 1 TV Flat 60", 2 buah lemari es, 1 unit drone, 1000 karung goni, dan 37 karung berisi kedelai," tandasnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved