Berita Surabaya

Ini Proses Pembayaran Denda Pelanggar E-TLE di Kejari Surabaya, Ada Dua Layanan yang Lebih Mudah

Pelanggar yang tak ada waktu untuk pengambilan barang bukti, dianjurkan untuk memanfaatkan program dari Kejari Surabaya yaitu Delivery Tilang.

SURYA.co.id/Samsul Arifin
Suasana pengambilan barang bukti ETLE di Mall Pelayanan Publik Siola, Jumat, (21/2/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jumlah pelanggar Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) yang sudah dieksekusi mencapai 400 berkas. Jumlah ini didominasi oleh R4 (Roda Empat) yang mencapai 70 persen, sedangkan R2 (Roda Dua) mencapai 30 persen.

Dikatakan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Surabaya, Fariman Isandi Siregar rata-rata pelanggaran yakni melanggar traffic light. 

"Pengendara melanggar marka, tidak menggunakan safety belt. Serta menggunakan HP saat berkendara," ujar Fariman, Jumat, (21/2/2020).

Masih kata Fariman, bagi pelanggar yang tak ada waktu untuk pengambilan barang bukti. Tak perlu bingung, ia menganjurkan untuk memanfaatkan program dari Kejari Surabaya yaitu Delivery Tilang. 

"Bisa memanfaatkan Delivery Tilang dan Jasa Pos. Mudahnya para pelanggar bisa mengambil kapan saja tanpa menunggu jadwal sidang, tidak ada denda keterlambatan," lanjutnya. 

Adapun mekanismenya bagi pelanggar yang memanfaatkan layanan delivery tilang, tambah Fariman, sebelumnya juga kami persiapkan.

"Pada layanan ini, masyarakat tanpa harus mengantri di kantor kejaksaan. Untuk mekanismenya, masyarakat bisa membuka website resmi Kejari Surabaya,” imbuhnya. 

Selain Delivery Tilang, Kejari Surabaya juga menyediakan alternatif lain, yaitu layanan Drive Thru, antre nomor antrian via website dan pos. 

“Terakhir dengan itu (pos) merupakan layanan atas kerja sama kejaksaan dengan kantor pos dan kita namakan Jak-Pos. Masyarakat bisa menyetorkan surat tilang di kantor-kantor pos, membayar denda selanjutnya petugas pos mengantarkan barang bukti yang disita, baik itu STNK maupun SIM ke rumah para pelanggar,” jelasnya. 

Fariman menyampaikan, untuk proses dari pada ETLE ini pelanggar akan melalui beberapa tahap yang wajib diikuti.

Di antaranya, melalui proses verifikasi terlebih dahulu ke Mall Pelayanan Publik Siola atau Polres Pelabuhan Tanjung Perak (Pos Gakkum) setelah menerima surat pemberitahuan pelanggaran.

Sebulan Pemberlakuan E-Tilang, Warga Surabaya Mengaku Kapok, Mengurusnya Juga Diakui Ribet

“Jadi pelanggar diberi waktu untuk verifikasi selama lima hari, setelah pelanggar yang di foto  menerima surat dari Satlantas,” jelasnya. 

Jika ada kecocokan dengan identitas pelanggar yang ada di foto dan terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas, maka selanjutnya akan diterbitkan surat tilang oleh Satlantas kepada pelanggar.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved