Berita Lamongan

Curi Kayu Jati Untuk Perbaiki Rumah yang Hampir Ambruk, Dua Kakek di Lamongan Diciduk Polisi

dua kakek dari Desa Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, ditangkap polisi karena diduga melakukan pencurian kayu.

Curi Kayu Jati Untuk Perbaiki Rumah yang Hampir Ambruk, Dua Kakek di Lamongan Diciduk Polisi
surabaya.tribunnews.com/hanif manshuri
Polisi mengeler dua tersangka pencurian kayu jati di Kecamatan Mantup, Lamongan. 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Mono (60) dan Mulyadi (50), dua kakek dari Desa Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, ditangkap polisi karena diduga melakukan pencurian kayu

Keduanya ditangkap polisi Sat Reskrim Polsek Mantup saat sedang memanggul kayu jati yang didapat dari hutan milik negara di petak 50i RPH Babatan BKPH Mantup tepatnya di Dusun Sumbergurit, Desa Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Lamongan.

Untuk menghindari pantauan penegak hukum, dua tersangka merambah hutan mulai 7Jumat (21/2/2020) sekitar pukul 02.30 WIB.

"Jadi dua tersangka ini memotong kayu jati pukul 03.00 WIB," kata Kasat Reskrim Lamongan, AKP David Manurung, Jumat (21/2/2020).

Keduanya masuk ke dalam hutan di Petak 50i RPH Babatan BKPH Mantup kemudian melakukan penebangan 2 pohon kayu jati dengan menggunakan gergaji yang sudah disiapkan.

Dua batang kayu jati itu kemudian dipotong menjadi beberapa bagian dengan berbagai ukuran. Dan pukul 07.30 WIB kedua pelaku memikul kayu jati tersebut hendak dibawa ke rumah pelaku untuk disimpan.

Dalam perjalanan, mereka dipergoki anggota Polsek Mantup bersama petugas Perhutani yang sedang melaksanakan patroli di kawasan hutan Mantup.

"Dua tersangka ditangkap oleh anggota Mantup dan Polhut," kata David.

Tidak hanya dua batang, ternyata saat dikeler masih ada tiga batang bagian potongan dari dua pohon jati yang ditebang dengan cara ilegal tersebut.

"Pelaku dan barang bukti 5 batang kayu jati gelondongan berbagai ukuran dibawa ke Polsek Mantup," katanya.

Pembalakan liar ini harus ditangani, karena kata David Manurung, menjadi perhatian dan atensi Mabes Polri, Polda dan Polres Lamongan sendiri.

Kawasan Perhutani harus dijaga bersama untuk menghindari hutan gundul yang bisa mengakibatkan banjir.

"Tidak ada toleransi apapun bagi siapapun yang melakukan penebangan kayu dengan cara tidak benar," tandas David.

Sementara itu, ditanya Surya.co.id, Mono mengungkapkan alasannya mencuri kayu jati di kawasan hutan hendak dipakai untuk memperbaiki rumahnya yang terancam ambruk.

"Tidak untuk dijual, tapi untuk bangun teras rumah yang mau roboh," kata Mono.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved