Citizen Reporter
Usai Taklukkan Api, Siswa SDN Rangkah Surabaya Sembunyi di Kolong Meja
Jangan remehkan api. Demikian juga jika bencana alam terjadi. Oleh sebab itu, perlu jurus jitu untuk menghadapinya.
Segera taklukkan api sebelum kebakaran. Jika tiba-tiba ada gempa, jangan panik. Itu yang disampaikan Satlinmas dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya kepada siswa SDN Rangkah I dan IV Surabaya.
Sekitar 300 siswa kelas 4 dan 5 SDN Rangkah I dan IV Surabaya berkumpul di lapangan untuk menyaksikan jurus jitu pencegahan bencana alam dan kebakaran. Kegiatan itu dihelat Satlinmas dan Dinas Pemadam kebakaran Kota Surabaya di SDN Rangkah I Surabaya, Kamis (20/2/2020).
Biyanto dari Satlinmas Kota Surabaya memberikan informasi tanggap bencana di antaranya gempa bumi, puting beliung, dan banjir. Warga di Surabaya diimbau tidak perlu khawatir jika terjadi bencana itu.
”Jika di kelas tiba-tiba terjadi gempa tidak perlu panik. Bersembunyilah di bawah kolong meja dengan posisi kaki jongkok siaga dan tiang meja dipegang. Selain itu, bisa bersembunyi di bawah kursi yang terbalik. Jika sambil berjalan maka kursinya pun tetap dipegang,” terangnya.
Peserta antusias ketika diajak berlaga untuk mempraktikan teori itu secara langsung. Raihan, siswa kelas 5 bersemangat mengikuti praktik.
”Dengan peragaan langsung ini saya lebih mudah menyerap informasi yang diberikan,” ujar Raihan.
Biyanto pun menambahkan, jika tidak ada kursi dan meja, maka dapat bersembunyi di pilar. Karena desainnya lebih kuat daripada tembok. Jika gempa bumi terjadi pada malam hari, listrik padam dan gelap, maka jurus jitunya jangan panik.
“Bersandarlah di tembok. Tangan kiri memegang telinga kanan melalui atas kepala. Selanjutnya, bagian punggung tangan kanan menempel di tembok dalam posisi lurus tidak menggenggam. Setelah itu, baru berjalan mencari tempat yang luas dan lahan kosong. Ingat, tidak di bawah pohon dan bangunan,” kata Biyanto.
Selanjutnya, jurus jitu pemadam kebakaran dijelaskan oleh Syaiful Amin. Ia menuturkan, ada tiga unsur api kecil yiatu panas, udara/oksigen, dan bahan bakar. Jika api kecil dapat menjadi teman manusia. Namun, api besar maka akan menjadi musuh manusia. Itulah yang harus ditaklukkan.
Syaiful dan jajarannya pun mengajak siswa, guru, dan penjaga sekolah berlaga mengatasi kebakaran LPG. Jika tabung LPG bocor, maka usahakan mematikan regulator dan melepasnya. Selain itu, jangan menyiram dengan air secara langsung. Padamkan api dengan karung/handuk basah atau gunakan alat pemadam.
Peserta histeris ketika teman dan gurunya mempraktikan pemadaman api. Senyum dan tepuk meriah terdengar ketika berhasil mematikan api itu.
Selanjutnya, Syaiful menjelaskan cara memadamkan api dengan menggunakan apar. Ada dua jenis yaitu apar berisi gas CO2 dan dry fooder. Keduanya digunakan dengan cara dijinjing. Kemudian bagian leher apar ditekan dengan kuat. Pemadam api hendaknya berjarak 2 meter dari titik api.
“Awalnya muncul rasa takut dan deg-degan. Namun, keinginan untuk bisa menjinakkan si jago merah, akhirnya membuat saya memberanikan diri,” pungkas Taufan.
Ririn Wijayanti
Guru SDN Rangkah I Surabaya
ririnwijayanti1985@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pemadaman-api.jpg)