Jalan Rusak

Musim Hujan, Jalan di Sidoarjo Mulai Penuh dengan Lubang

Jalan Mangkurejo di Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati aru sekira satu minggu diperbaiki dengan aspal, tapi sekarang sudah mulai rusak

Musim Hujan, Jalan di Sidoarjo Mulai Penuh dengan Lubang
Surya/M Taufik
Salah satu ruas di Jalan KH Ali Masud ditutup satu lajur dengan kayu oleh warga karena kondisi kerusakannya cukup parah, Kamis (20/2/2020). 

SURYA.CO.ID l SIDOARJO- Sejumlah ruas jalan di Sidoarjo mulai rusak. Lubang jalan sudah banyak dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah di Kota Delta.

Waluyo, warga Sukodono mengeluh beberapa kali motornya terjerembab di lubang jalan Sukodono arah perempatan Gedangan. "Ketika siang, jalanan ramai. Pas melaju di belakang mobil kejeglong. Banyak sekali lubang jalan di sana," keluhnya, Kamis (20/2/2020).

Sementara pada malam hari, ketika pulang kerja. Jalan itu juga disebutnya berbahaya karena banyak berlubang. Selain penerangan kurang, lubang jalan kerap tertutup air. "Tiba-tiba kejeglong pas melintas. Makanya lebih baik pelan-pelan saat lewat jalan itu," sambung bapak dua anak tersebut.
Kerusakan jalan juga dikeluhkan warga Sukodono lain. Yakni jalan Jumputrejo arah Sidokepung. "Kondisinya parah," kata Hafid, warga di sana.

Di kawasan kota, beberapa warga juga mengeluhkan beberapa lubang di Jalan Pahlawan. Tidak terlalu parah memang, tapi mulai ada beberapa kerusakan. Jalur Nasional juga banyak dikeluhkan, khususnya jalan di Balongbendo. Jalur penghubung Surabaya-Mojokerto banyak sekali lubangnya. "Tidak berani kencang kalau melintas di sana. Banyak lubang," kata Indra, warga Balongbendo.

Lubang jalan juga menyebar di sejumlah wilayah lain. Termasuk kawasan Buduran dan Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Di Buduran, jalan rusak parah dan banyak dikeluhkan adalah Jalan KH Ali Masud. Di sana kerap ada mobil dan motor sampai memilih jalur berlawanan demi menghindari lubang jalan. Jalur yang rusak itu sudah ditutup. Yakni jalur arah Transmart menuju Jalan Raya Buduran sehingga satu lajur dipakai dua jalur.

"Pas habis hujan, lubang jalan tertutup air. Malah bahaya, banyak yang terperosok. Apalagi motor," ujar Astrid, warga yang kerap melintas di sana.

Jalan Mangkurejo di Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati misalnya. Baru sekira satu minggu lalu akses jalan tersebut diperbaiki dengan aspal, tapi sekarang sudah mulai ada kerusakan di beberapa titik. "Lubangnya tertutup air kalau habis hujan. Banyak pengendara terperosok," sebut Prasetyo, warga setempat.

Karenanya, warga yang sudah hapal dengan kondisi itu cenderung memilih melintas di bahu jalan saat melewati jalan itu.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA), Yudhi Kartikawan,  mengatakan perbaikan jalan rusak sudah dilakukan awal tahun. Kondisi kerusakan sekarang ini memang faktor hujan. Banyak kerusakan jalan karena intensitas hujan juga cukup tinggi. Beberapa waktu lalu, sejumlah jalan berlubang sudah ditambal. Sekarang banyak yang sudah rusak lagi. "Ketika hujan, perbaikan jalan memang tidak bisa optimal," katanya.

Aspal atau tambalan jalan tidak bisa awet karena tergerus hujan. Apalagi yang terendam air. Terkait kondisi sekarang ini, pihaknya mengaku sudah memetakan jalan-jalan yang kerap rusak. Salah satu solusinya peningkatan yakni peninggian jalan. Paling optimal jika dibeton.

Penulis: M Taufik
Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved