Berita Surabaya

Warga RT 4 RW 1 Jetis Wetan Margorejo Surabaya Kembangkan Kreasi Ecoprint dengan Manfaatkan Dedaunan

warga RT 4 RW 1 Jetis Wetan Margorejo Surabaya mengembangkan produk ecoprint memanfaatkan dedaunan

Warga RT 4 RW 1 Jetis Wetan Margorejo Surabaya Kembangkan Kreasi Ecoprint dengan Manfaatkan Dedaunan
SURYA/Habibur Rohman
Beberapa warga RT 4 RW 1 Jetis Wetan Margorejo sedang berkumpul sambil melihat produk ecoprint kreasi warga 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memanfaatkan dedaunan, warga RT 4 RW 1 Jetis Wetan Margorejo Surabaya mengembangkan produk ecoprint.

Ialah Riama Hartono, pemilik Essa Ecoprint sekaligus penggagas kreasi ecoprint di RT 4 RW 1 Jetis Wetan Margorejo Surabaya.

Berbagai produk ecoprint mulai dari kain meteran, syal, selendang, hijab, hingga busana berhasil ia hasilkan. Daun-daun yang dimanfaatkan beragam, ada jati, kenikir, pepaya, dan ketela.

"Sebenarnya, ecoprint bukan hal baru. Namun, ada tantangan tersendiri saat membuatnya. Kreasi ini memanfaatkan tanaman untuk memberikan motif," kata Riama, Rabu (19/2/2020).

Daripada gaun berguguran, lanjutnya, lebih baik diolah menjadi kreasi yang memiliki nilai jual. Selain itu, ecoprint tidak membutuhkan banyak alat. Ibu-ibu kampung, bisa mengisi waktu sambil membuatnya.

"Sejauh ini, saya paling sering pakai daun jati merah karena warnanya keluar jelas. Saya mengambilnya dari Trawas Mojokerto. Kalau daun jati dari Surabaya kurang keluar warnanya," ia menerangkan.

Riama memanfaatkan dan mengajarkan dua teknik dalam membuat ecoprint, yakni teknik diketuk dan dikukus.

"Teknik ketuk menggunakan plastik yang ditumpuk kain. Di atasnya, diletakkan beberapa daun dengan posisi tengkurap. Tutup lagi dengan kain dan dilapisi plastik. Kami pakai model cermin," katanya.

Setelah itu, ketuk tepat di posisi daun diletakkan. Saat mengetuknya, harus hati-hati agar tidak rusak.

"Diketuk pelan-pelan sampai warnanya keluar dan menempel pada kain. Untuk satu daun, biasanya butuh waktu dua sampai tiga menit," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved