Universitas Ciputra Surabaya Sosialisasi Kebijakan Mendikbud soal Sistem Pembelajaran SD hingga SMA

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang akan mencanangkan kompetensi Computational Thinking untuk sistem pembelajaran SD hingga SMA.

surya.co.id/zainal arif
Suasana Kegiatan Sharing Maresha Coroline dengan dosen-dosen Universitas Ciputra Surabaya, di Studio Informatika, Rabu (19/2/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang akan mencanangkan kompetensi Computational Thinking untuk sistem pembelajaran mulai SD, SMP, SMA se-Indonesia.

Computational Thinking merupakan pola berfikir dalam memecahkan suatu masalah agar mendapat solusi lebih baik dan dapat dipahami manusia dan komputer.

Hal itu direspons Maresah Coroline perwakilan Bebras Indonesia, organisasi edukasi non-profit lewat sharing dengan dosen Universitas Ciputra Surabaya, Rabu (19/2).

"Ini merupakan kegiatan sharing mengenai Computational Thinking dengan puluhan dosen Universitas Ciputra untuk nantinya menyebarkan ke guru di sekolah-sekolah se-surabaya," kata Maresha Caroline.

"Dan guru disekolah-sekolah nantinya diharapkan dapat mengedukasi tentang Computational Thinking kepada anak didiknya," imbuhnya.

Selain itu, Maresha bersama dosen-dosen Universitas Ciputra sempat mengunjungi Sekolah Citra Berkat Citraland Surabaya dan Sekolah Ciputra.

"Kami melakukan Introduction, Saya bersama pak Eko, bu Laura, serta dosen-dosen Universitas Ciputra mengenalkan Computational Thinking ke dua sekolah tersebut," sambung Maresha Caroline.

Selain itu, Maresha membeberkan, bahwa Bebras Indonesia baru saja mendapat dana hibah dari google.org sebesar US$1 juta untuk membantu pelatihan guru dan murid.

Sementara itu, Kordinator Bebras Biro Universitas Ciputra Surabaya, Stephanus Eko Wahyudi mengatakan bahwa pihaknya ingin berperan dalam mendorong siswa untuk bersaing di dunia yang semakin besar tuntutan dalam bidang TIK.

"Kami akan bekerja sama dengan dinas pendidikan agar kami mendapat support secara langsung dari dinas pendidikan karena mempunyai otoritas pendidikan diareanya," kata Eko sapaan akrab Stephanus Eko Wahyudi.

"Setelah itu kami akan mengupayakan agar siswa dapat mengukur potensi dengan Mensupport gerakan ini untuk mempersiapkan guru-guru dalam merubah pola pikir siswa pada Computational Thinking, untuk sekolah yang berminat bisa mengontak UC," tutup Eko.

Penulis: Zainal Arif
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved