Berita Blitar

Sempat Terjadi Penghadangan Warga saat Polisi Evakuasi Kelompok Suporter Keluar Blitar

Kapolres Blitar Kota mengatakan sempat ada penghadangan dari warga saat petugas mengevakuasi kelompok suporter keluar dari Kota Blitar

Sempat Terjadi Penghadangan Warga saat Polisi Evakuasi Kelompok Suporter Keluar Blitar
samsul hadi/surya
Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela, saat memberikan keterangan soal kerusuhan suporter 

SURYA.co.id | SURYA - Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela, mengatakan sempat ada penghadangan dari warga saat petugas mengevakuasi kelompok suporter keluar dari Kota Blitar, Selasa (18/2/2020) malam.

Sejumlah warga yang mengetahui ada salah satu kelompok suporter diangkut naik mobil patroli berusaha mengejar saat melintas di Jalan Raya Poluhan, Srengat, Kabupaten Blitar. Tetapi, petugas yang mengawal pemulangan kelompok suporter itu segera mencegahnya.

"Memang sempat ada penghadangan oleh warga di Poluhan, Srengat, saat proses evakuasi, tapi bisa kami cegah," kata Leonard, Rabu (19/2/2020).

Leonard menyiapkan 17 truk baik dari Polri, TNI, dan truk sewa untuk mengevakuasi dan juga mengawal kelompok suporter itu keluar dari Kota Blitar menuju Surabaya.

Selain truk, Leonard juga menyisir kelompok suporter yang masih tersisa di pinggir jalan menggunakan mobil patroli.

Saat mobil patroli menyisir jalur utama Blitar-Kediri mendapat beberapa suporter jalan kaki.

Mereka diangkut menggunakan mobil patroli keluar dari wilayah Blitar.

Sejumlah suporter yang diangkut mobil patroli terbuka ini menjadi sasaran pengejaran warga.

"Banyak warga di pinggir jalan, rata-rata mereka mengendarai sepeda motor. Saat mengetahui ada suporter yang diangkut mobil patroli terbuka, warga mencoba mengejar. Tapi petugas yang mengawal langsung mencegah warga," ujarnya.

Leonard memastikan tidak ada penjarahan saat proses evakuasi kelompok suporter itu keluar dari wilayah Blitar.

Sebab, sempat beredar video aksi penjarahan yang dilakukan kelompok suporter di wilayah Poluhan, Srengat.

"Tidak ada penjarahan," pungkasnya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved