Breaking News:

CPNS 2019

Peserta SKD CPNS 2019 di Makassar Ganti Sambungan Internet Pakai WiFi, Begini Nasibnya Sekarang

Keinginan KA, peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, menjadi seorang Aparatur Sipil Negara ( ASN) sirna.

Penulis: Arum Puspita | Editor: Iksan Fauzi
KOLASE SURYA.co.id erwin wicaksono/Kuswanto Ferdian
Nasib Peserta SKD CPNS 2019 di Makassar 

SURYA.co.id - Keinginan KA, peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, menjadi seorang Aparatur Sipil Negara ( ASN) sirna.

KA yang mendaftar di instansi kejaksaan di Makassar dinyatakan gugur setelah kedapatan menyambungkan perangkat komputer dengan jaringan internet saat tes berlangsung. 

Kejadian ini terjadi saat sesi III tes SKD CPNS 2019 di salah satu hotel di Makassar, Senin (17/2/2020).

Petugas memeriksa setiap peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tes CPNS formasi 2019 Kabupaten Tulungagung, dengan metal detector, Senin (10/2/2020) .
Petugas memeriksa setiap peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tes CPNS formasi 2019 Kabupaten Tulungagung, dengan metal detector, Senin (10/2/2020) . (SURYA.co.id/David Yohanes)

Kecurigaan bermula ketika selama 30 menit, panitia pengawas seleksi menemukan KA hanya bisa mengerjakan satu nomor.

"Di situ KA sudah diberitahu pelanggaran yang dilakukan. Ia kita pergok melanggar poin Peraturan BKN Nomor 50 Tahun 2019 itu," ucap Idil, dikutip dari Kompas dalam artikel "Gerak-gerik Mencurigakan, Peserta SKD CPNS di Makassar Kedapatan Sambungan Komputer ke Wifi".

Panitia pengawas mendapati gerak-gerik aneh KA dan langsung menyatakan KA melanggar Peraturan BKN Nomor 50 Tahun 2019 tentang prosedur penyelenggaraan seleksi dengan metode CAT BKN.

"Pelanggaran itu karena yang bersangkutan ternyata menyambungkan komputernya dengan internet lain, pakai jaringan WiFi Piscok_bos," imbuh Idil.

Sementara itu, KA mengaku aplikasi CAT BKN dari perangkat komputernya tak berfungsi sehingga ia meminta mengganti perangkat internetnya. 

Akan tetapi, panitia pengawas langsung memintanya keluar ruangan dan tidak bisa melanjutkan seleksi.

Pasalnya, KA sudah terlanjut mengganti perangkatnya tanpa izin panitia.

"Dia dengan sengaja menyambungkan perangkat tesnya ke jaringan WiFi internet," kata Idil saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (19/2/2020).

Peserta CPNS 2019 bawa jimat

Mantra yang disita petugas dari peserta CPNS di Wahana Ekspresi Poesponegoro, Kabupaten Gresik.
Mantra yang disita petugas dari peserta CPNS di Wahana Ekspresi Poesponegoro, Kabupaten Gresik. (tribun jatim/willy abraham)

Panitia Pelaksanaan SKD CPNS Pemkab Gresik di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) menyita selembar kertas yang diduga jimat dari salah satu peserta. 

Sesuai aturan, peserta memang dilarang membawa barang lain selain kartu pengenal dan kartu peserta tes.

Di jimat itu tertulis doa dan tulisan jawa halus agar lulus tes CPNS.

Kabid Data dan Informasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bahagiyo Santoso, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

"Baru satu mantra yang kita sita. Lainnya barang biasa seperti gelang," ujarnya, Senin (10/2/2020).

Panselda tetap menyita barang tersebut.

Diketahui ada 25.972 peserta dari Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban yang mengikuti tes di Gresik.

"Pada hari pertama lalu hanya dibuka dua sesi tes, selebihnya tiga sesi. Masing-masing sesi 300 peserta,” tutur Bahagiyo.

Menurut pantauan, pelaksanaan tes menggunakan sistem computer assited test (CAT) itu tidak mengalami kendala yang berarti.

Pelaksanaan tes CPNS sudah mencapai 2.500 peserta sejak Sabtu (8/2/2020) hingga Senin (10/2/2020). Pelaksanaan tes SKD ini berlangsung hingga 28 Februari mendatang. 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved