Berita Ngawi

Napi Teroris Jaringan MIT Bebas dari Lapas Ngawi Setelah 4 Tahun Dipenjara

Dicky menuturkan, alasan pengawalan ketat karena yang bersangkutan masih terpapar radikalisme.

ist
Pembebasan Abu Izul (kedua dari kanan) dari Lapas Klas II B Ngawi mendapat pengawalan ketat dari anggota Polres Ngawi. (Istimewa); 

SURYA.co.id | NGAWI - Setiawan Hadi Putra alias Iwan alias Abu Izul, Napi teroris (Napiter) yang tergabun galam kelompok Jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), hari ini (19/2/2020) bebas dari lapas Ngawi setelah 4 tahun dipenjara. 

"Hari ini salah satu napiter telah bebas setelah menjalani hukumannya empat tahun penjara. Pembebasan langsung dari Lapas Kelas II Ngawi," kata Kapolres Ngawi, AKBP Dicky Ario Yustisianto, Rabu (19/2/2020).

Dicky menuturkan, Napiter Setiawan Hadi Putra alias Iwan alias Abu Izul, bebas secara murni setelah menjalani
pidana pokok selama empat tahun terhitung mulai 19 Februari 2016 hingga 19 Februari 2020.

Proses pembebasan dilakukan secara tertutup pada pukul 05.00 WIB hingga pukul 05.35 WIB, dengan pengawalan ketat.

Abu Izul mendapat pengawalan mulai dari proses administrasi hingga diantar ke kampung halamannya di Kampung Tolo Penatoi, Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Provinsi NTB.

Dicky menuturkan, alasan pengawalan ketat karena yang bersangkutan masih terpapar radikalisme.

"Kami lakukan pengawalan mulai dari keluar lapas Ngawi hingga kami antar ke Bandara Juanda," ujarnya.

Abul Izul diantar menggunakan kendaraan jenis minibus dengan pengawalan personil Polres Ngawi. Abul Izul berangkat sekitar pukul 05.35 WIB.

"Terkait dengan pengawalan eks Napiter Setiawan Hadi Putra alias Iwan alias Abu Izul, diantar oleh Anggota Intelkam Polres Ngawi hingga ke Bandara Juanda. Selanjutnya dilakukan serah terima dengan anggota Densus 88 dan langsung diterbangkan menuju Penatoi Bima," tandasnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved