citizen reporter

Mata Nayya Berbinar saat Tim Dispusip Kota Surabaya Mendongeng di YPAC

Tim pendongeng dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya mendongeng di YPAC Semolowaru Surabaya bersama perpustakaan keliling.

Mata Nayya Berbinar saat Tim Dispusip Kota Surabaya Mendongeng di YPAC
citizen reporter/Diana Arum Sari
Tim pendongeng dari Dispusip Kota Surabaya melayani anak-anak YPAC Semolowaru Surabaya. 

Di depan kelas Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC) Semolowaru Surabaya, semua guru dan anak berkumpul.  Ada kunjungan dari mobil perpustakaan keliling dan tim pendongeng dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, bersama penggerak literasi dari Kecamatan Sukolilo, Selasa (18/2/2020).

Anak-anak YPAC menunggu pukul 08.00. Dibantu oleh pengajar, mereka menyambut tim pendongeng dari Dispusip Kota Surabaya dengan sapaan semangat. Tim pendongeng mengenakan baju kebaya merah dan putih sesuai dengan cerita, yaitu Bawang Merah dan Bawang Putih.

Nah, lalu masuk pada kegiatan inti, yaitu mendongeng. Kisah Bawang Merah dan Bawang Putih yang akan diceritakan oleh Ceri, si boneka tangan.

Saat kegiatan berlangsung, banyak sekali respons ekspresi yang menarik dari anak-anak maupun pengajarnya. Misalnya, ekspresi senang dengan teriakan, takjub, melamun, menangis, bahkan sampai tertawa terbahak-bahak.

Pada akhir cerita, Ceri si boneka tangan menyuruh anak-anak untuk membuka kotak dari nenek dalam kisah Bawang Merah Bawang Putih. Waahhh, ternyata berisi permen yang banyak, lalu dibagikan kepada yang lain. Tim pendongeng mengakhiri dengan memberikan amanat untuk tidak serakah, selalu menyayangi sesama, dan bersikap baik.

Eits, tetapi kegiatan belum selesai nih. Anak-anak mulai memilih buku yang ada di Moling Dispusip, kemudian membaca buku cerita dan mengarahkannya untuk membaca dengan penuh ekspresif.

Tyo, pelajar SMP di YPAC yang bercita-cita menjadi pengusaha, mengaku senang dan ketagihan akan kedatangan Moling dan Tim Pendongeng. Ia penasaran dan menanyakan di mana dan kapan ada kegiatan mendongeng lagi.

“Kak, biasanya mendongeng di mana? Ceri selalu dibawa, ya?” tanya Tyo.

“Biasanya kami mendongeng di Taman Bungkul. Kalau Ceri lagi ngambek ya mendongeng memakai buku aja,” jawab Arum, salah satu tim pendongeng sambil tertawa.

Berbeda dengan Tyo yang komunikatif, Nayya membalas respons berbeda. Dengan wajah yang ekpresif, mata yang berbicara, dan gerakan yang mengisyaratkan, menunjukkan dia senang dan ingin memeluk Ceri lebih lama.

Akhirnya sampai pada kegiatan terakhir yaitu mengembalikan buku. Semua tim pamit kepada anak-anak dan pengajar di YPAC.

Diana Arum Sari
Petugas Teknis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya
dianarum2012@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved