Berita Surabaya

Karyawan Swasta Paling Banyak Melanggar Lalu Lintas di Surabaya. Kebanyakan Terobos Lampu Merah

karyawan swasta disebut sebagai pelanggar lalu lintas terbanyak di Surabaya. Data itu diperoleh sejak sebulan penerapan E-TLE

Karyawan Swasta Paling Banyak Melanggar Lalu Lintas di Surabaya. Kebanyakan Terobos Lampu Merah
surya.co.id/luhur pambudi
Petugas RTMC Ditlantas Polda Jatim menunjukkan lembar lampiran bukti tilang melalui E-TLE (tilang elektronik). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYA.co.id | SURABAYA - Sedikitnya 6.035 pelanggar tercatat selama sebulan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di Kota Surabaya.

Menerobos lampu merah atau Traffic Light (TL) menjadi pelanggaran terbanyak, yakni 3.285 pelanggar

Diikuti pelanggaran menerabas marka dan rambu, sejumlah 1.712 pelanggar.

Lalu, tidak mengenakan sabuk keselamatan, sejumlah 472 pelanggar. Kemudian, melanggar batas ambang kecepatan sejumlah 268 pelanggar.

Lalu, tidak menggunakan helm, sejumlah 202 pelanggar. Dan, bermain ponsel saat mengemudi sejumlah 96 pelanggar.

Catatan pelanggaran sejak 17 Januari 2020 hingga 16 Februari 2020 itu, ternyata paling banyak dilakukan oleh kalangan masyarakat yang berprofesi swasta, sejumlah 758 orang.

Sedangkan kalangan masyarakat yang berprofesi sebagai TNI dan Polri, tercatat paling rendah, yakni hanya 50 orang.

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan, catatan pelanggaran ini terbilang menurun tiap pekannya.

Artinya, kesadaran akan tertib berlalu lintas warga di Surabaya makin tergugah.

Halaman
12
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved