Berita Surabaya

Dikirimi Menantunya 5 Kg Sabu, Ibu Asal Sokobanah Madura Menangis Dituntut 20 Tahun Penjara

Tangis Niatun pecah saat dirinya dituntut 20 tahun penjara serta denda Rp 2,5 miliar atas kasus dugaan kepemilikan sabu seberat 5 kilogram.

SURYA.co.id/Samir Arifin
Niatun bersama penasehat hukumnya saat jalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu, (19/2/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tangis Niatun pecah saat dirinya dituntut 20 tahun penjara serta denda Rp 2,5 miliar atas kasus dugaan kepemilikan sabu seberat 5 kilogram.

Tuntutan ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Siska Christiani dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. 

"Bila denda tidak dibayar maka hukuman ditambah selama dua tahun penjara," ujar JPU Siska, Rabu, (19/2/2020). 

Niatun menangis bukan tanpa alasan, pasalnya ibu rumah tangga ini merasa dirinya tidak bersalah.

Sebab, dirinya tidak tahu barang yang dikirimkan oleh menantunya, Salimun yang kini masih DPO, berupa empat buah kaleng pelumas ternyata berisikan sabu.

Saya mohon keringanan yang mulia, saya nggak tahu apa-apa," ujarnya merintih di hadapan majelis hakim. 

Menegaskan pembelaan tersebut, pengacara Niatun, Muhammad Dawam akan ajukan nota pledoi secara tertulis dan lisan. Pasalnya, tuntutan tersebut sangatlah berat. 

"Kami mohon satu minggu yang mulia untuk menyiapkan pembelaan," kata Dawam. 

Peristiwa ini bermula pada Juni 2019 silam. Di mana terdakwa Salimun mengirimkan barang yang ternyata berisikan sabu itu dari Malaysia, melalui ekspedisi di Gresik dan dikirimkan ke alamat terdakwa di Sokobanah, Madura. 

Di hari yang sama, pihak kepolisian melakukan pengawasan. Lalu rumah terdakwa digrebek dan digeledah ditemukan sabu seberat 5 kilogram yang dibungkus sebanyak 24 pocket. 

Terdakwa dinilai terbukti melanggar pasal 114 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved