Berita Tulungagung

Banyak Mantan TKI Malaysia di Tulungagung yang Kena Penyakit Kusta Hingga Cacat

Dinkes menengarai, warga Tulungagung ini terkena kusta karena kontak dengan pekerja migran lain, dari negara endemi kusta.

Banyak Mantan TKI Malaysia di Tulungagung yang Kena Penyakit Kusta Hingga Cacat
ist
Ilustrasi 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Hasil pendataan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, penyandang sakit kusta didominasi bekas buruh migran di Malaysia.

Dinkes menengarai, warga Tulungagung ini terkena kusta karena kontak dengan pekerja migran lain, dari negara endemi kusta.

“Rata-rata yang kami temukan dan kami tangani, mereka pernah kerja di perkebunan di Malaysia. Di sana mereka kumpul dengan pekerja migran dari negara lain,” terang Kasi P2P Dinkes Tulungagung, Didik Eka.

Didik mengingatkan, masa inkubasi kusta bisa antara 2-10 tahun.

Selama inkubasi itu gejala kusta biasanya belum muncul, namun penderitanya bisa menularkan ke orang lain.

Penularan biasanya melalui cipratan dahak, atau kontak langsung dengan penderita dalam waktu yang lama.

“Kami meyakini kontaknya terjadi saat dulu pekerja di Malaysia. Setelah bertahun-tahun mereka pulang, gejalanya muncul sekarang,” sambung Didik.

Pada tahun 2018, Dinkes menemukan 30 kasus kusta di Tulungagung, 1 jenis pausi basiler (PB) atau kusta kering dan 29 jenis multi basiler (MB) atau kusta basah.

Dari 30 pasien itu, prosentase kecacatan akibat penyakit ini mencapai 7 persen.

Sedangkan tahun 2019 ada 34 pasien kusta yang ditemukan, semuanya jenis kusta basah, dengan tingkat kecacatan 5 persen.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved