Berita Jember

Temuan Panitia Angket DPRD Jember, Banyak Barang Bantuan Terbeli Tapi Belum Terdistribusi

Panitia Angket DPRD Jember menemukan sejumlah barang bantuan yang sudah disediakan oleh Pemkab Jember belum terdistribusi.

Temuan Panitia Angket DPRD Jember, Banyak Barang Bantuan Terbeli Tapi Belum Terdistribusi
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Nurhasan, anggota Panitia Angket DPRD Jember 

SURYA.co.id | JEMBER - Panitia Angket DPRD Jember menemukan sejumlah barang bantuan yang sudah disediakan oleh Pemkab Jember belum terdistribusi. Bantuan itu antara lain berupa alat rias, alat cukur, dan seragam kader Posyandu.

Bantuan tersebut sudah terbeli. Pengadaan barang-barang itu dilakukan akhir tahun 2019. Pengadaannya memakai anggaran dari Perubahan-APBD Jember tahun 2019. Hal ini terlihat dari laman LPSE Kabupaten Jember yang menyajikan telah selesainya pengadaan barang-barang tersebut.

Barang yang sudah terbeli itu kini disimpan oleh pihak Bagian Pembangunan. Sebab pihak yang melakukan pengadaan barang tersebut adalah Bagian Administrasi Pembangunan dan Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Pemkab Jember.

Panitia Angket DPRD Jember melakukan kroscek informasi itu ke Bagian Pembangunan, Senin (17/2/2020). Mereka melakukan inspeksi mendadak ke bagian tersebut. Mereka juga mengecek ke gudang penyimpangan Bagian Pembangunan.

"Awalnya kami mendapatkan informasi bahwa bantuan itu belum terdistribusi. Saat kami melakukan sidak ke Bagian Pembangunan memang benar bantuan itu belum terdistribusi. Barangnya sudah ada, tetapi barangnya belum terdistribusi," ujar anggota Panitia Angket DPRD Jember Nurhasan kepada Surya, Selasa (18/2/2020).

Distribusi barang itu menjadi kewenangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Pendistribusian alat rias dan alat cukur menjadi kewenangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sedangkan distribusi seragam kader Posyandu menjadi wewenang Dinas Kesehatan.

"Memang pengadaannya di Bagian Pembangunan, tetapi distribusi ada di OPD masing-masing. Mungkin karena waktu mepet, sehingga barang tidak sempat didistribusikan. Pengadaan sudah selesai dari Desember 2019," lanjut Hasan.

Tetapi Panitia Angket tidak mendapatkan jawaban memuaskan dari Kepala Bagian Pembangunan, M Kosim, kenapa barang tersebut belum terdistribusi.

Panitia Angket yang juga hendak mengecek langsung barang itu ke gudang penyimpanan, tidak bisa melakukannya karena tidak ada yang mau membukakan pintu gudang yang terkunci. Petugas Bagian Pembangunan yang ditunggu oleh Panitia Angket juga tidak datang ke gudang penyimpanan tersebut.

Nurhasan melihat, proses pengadaan sudah dilakukan secara benar. Hanya saja perencanaan dari sisi waktu pengadaan dinilainya tidak tepat. Sebab pengadaan dilakukan mepet akhir tahun, sehingga barang tidak terdistribusi.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved