Berita Sidoarjo

Pemkab Akhirnya Keluarkan Status Tanggap Darurat untuk Banjir Sidoarjo, Target 2 Minggu Teratasi

Status tanggap darurat untuk banjir di Desa Kedungbanteng dan Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dimulai

m taufik/surya
Seorang warga korban banjir Sidoarjo saat mencuci. Setiap hari, untuk kebutuhan air bersih mereka pun harus membeli karena semua sumber air sudah bercampur banjir 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Status tanggap darurat untuk banjir di Desa Kedungbanteng dan Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dimulai. Pemkab Sidoarjo pasang target, selama 14 hari atau dua minggu ke depan, banjir harus sudah bisa teratasi.

Hari pertama tanggap darurat, berbagai kegiatan dilakukan, termasuk pengoperasian pompa air, pemasangan kisdam atau penahan air, dapur umum, tempat evakuasi, dan sejumlah kegiatan lain. Ada delapan pompa yang disiapkan, lima sudah beroperasi, tiga pompa lain menyusul besok.

Pompa itu ditempatkan di tepi sungai untuk menyedot air dari saluran Kedungbanteng. Air dilarikan ke Banjarpanji, kenudian dipompa menuju Kedungpeluk. Kapasitas satu pompa air mencapai 6 ribu liter per detik.

Hampir 2 Bulan Banjir di Sidoarjo Belum Surut, Tubuh Warga Digerayangi Tikus saat Tidur

Tim dari BPBD Pemprov Jatim, BPBD Sidoarjo, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA), dan sejumlah pihak terus bekerja untuk mengatasi banjir yang sudah sekitar dua bulan tersebut.

Selain pompa, di Afvour Kedungbanteng juga dipasangi kisdam.

Panjangnya sampai 8 meter untuk menahan air.

Di lokasi banjir, juga mulai disiapkan pos evakuasi di Balai Desa Banjarasri dan Kedungbanteng.

Sewaktu-waktu dipakai sebagai tempat pengungsian warga korban banjir.

"Pos evakuasi belum digunakan. Sebab warga belum ada yang mengungsi. Mereka banyak memilih bertahan di rumahnya," kata Camat Tanggulangin Sabino Mariano.

Hal lain yang dikerjakan dalam status Tanggap Darurat adalah pembangunan dapur umum.

Fasilitas ini ditempatkan di dekat Balai Desa Kedungbanteng.

Menurut Sabino, dapur umum bakal menyuplai kebutuhan makanan bagi warga.

"Karena selama ini warga tidak bisa memasak lantaran sulit air bersih dan dapurnya juga kebanjiran," ujarnya

Penulis: M Taufik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved