Berita Lamongan

Merebaknya Kabar Penculikan Anak di Lamongan, AKBP Harun: Yang Nulis di Medsos Harus Hati-hati

Beberapa hari terakhir marak beredar kabar penculikan anak di media sosial yang meresahkan warga Lamongan

SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Kapolres Lamongan, AKBP Harun. 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Beberapa hari terakhir marak beredar kabar penculikan anak di media sosial yang meresahkan warga Lamongan, Jawa Timur.

Bahkan, kecemasan warga semakin kuat seiring dengan gencarnya informasi yang berkembang.

Merespon hal tersebut, Kapolres Lamongan, AKBP Harun memastikan bahwa kabar penculikan anak tersebut adalah berita bohong alias hoaks.

Dari sekian informasi yang berkembang di Babat, Pucuk dan Mantup, semuanya tidak benar.

"Jadi saya berharap jangan mudah mengambil kesimpulan sendiri," kata Harun.

Menurut Harun, kabar penculikan anak di Lamongan tersebut tidak benar. Informasi tersebut dari hasil persepsi serta kesimpulan tanpa data dan penyelidikan.

"Akhir-akhir ini banyak beredar informasi mengenai penculikan di sosial media yang meresahkan warga Lamongan. Kami sampaikan bahwa semua berita itu hoaks. Pasalnya hingga saat ini, belum ada laporan, tidak adanya fakta dan bukti bahwa sudah terjadi penculikan anak di Lamongan," tandas Harun kepada SURYA.co.id, Selasa (18/2/2020).

Harun menegaskan, apabila mendapati informasi yang belum terbukti kebenarannya, konfirmasi dulu ke polisi dan jangan gegabah kemudian menyebarkan informasi melalui medsos.

"Yang nulis di medsos itu harus hati-hati jangan memicu keresahan yang bisa berimplikasi dengan hukum," kata Harun.

Bagi penyebar informasi yang jauh dari kebenaran, ada dampak hukum yang bisa menjeratnya.

Netizen, imbau Harun, harus hati-hati dan tidak mudah menginformasikan dan menyimpulkan tanpa didukung fakta kebenaran.

Ada ancaman hukum untuk penyebar berita hoaks yang bisa dijerat dengan Undang-undang ITE.

Selain imbauan tersebut, polisi juga memastikan untuk terus menggelar patroli hingga ke polsek jajaran.

"Patroli waktunya dibuat pas dengan waktu anak pulang sekolah," katanya.

Meski belum ada kejadian, Harun tetap mengimbau agar warga masyarakat Lamongan tetap menjaga anak-anak dan keluarganya. Karena kejahatan terjadi karena ada kesempatan.

Jaga komunikasi dengan anak, perhatikan ia berteman dengan siapa dan sampaikan kepada anak jangan mau diajak sama orang yang tidak dikenal.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved