Kuliner

Mengenal Siropen, Sirup Legenda Kota Surabaya, Jenis Gourmet Paling Banyak Diminati  

Berdiri sejak 1932, tetatpi masih banyak masyarakat Surabaya tidak mengenal sirup legenda asli Kota Pahlawan, Sirup Siropen.

Mengenal Siropen, Sirup Legenda Kota Surabaya, Jenis Gourmet Paling Banyak Diminati  
surya.co.id/ahmad zaimul haq
SIRUP WARISAN BELANDA - Sirup Siropen di pabrik tua di kawasan Jalan Meliwis Surabaya, Selasa (18/2/2020). Siropen merupakan merek sirup tertua di Indonesia dari Surabaya sejak 1923, punya dua pilihan label, yaitu Siropen Telasih dan Siropen Premium.  

SURYA.co.id | SURABAYA - Berdiri sejak 1932, tetatpi masih banyak masyarakat Surabaya tidak mengenal sirup legenda asli Kota Pahlawan, Sirup Siropen.

Meski merupakan sirup warisan zaman Belanda, bukan berarti Siropen tak melakukan perubahan.

Perubahan itu gerus dilakukan oleh Sirup Siropen, terutama pada varian rasa yang kini makin mengikuti zaman.

Secara garis besar produk siropen masih menjalani proses yang sama dalam pembuatannya.

Namun, seiring berkembanya zaman dan banyaknya permintaan pasar, maka ada beberapa rasa yang kemudian dikembangkan menjadi varian baru.

Sirup Siropen memiliki lebih dari 50 varian yang terbagi menjadi tiga jenis yakni, sirup biasa, premium, dan gourmet.

"Untuk sirup biasa dan premium, masing-masing memiliki delapan varian rasa yang berbeda. Sementara untuk gourmet, yang biasanya untuk supply kebutuhn cafe dan bar, memiliki lebih dari 30 varian rasa," jelas penanggung jawab Sirup Siropen LM Alfian Z, Selasa (18/2/2020).

Per botol, Sirup Siropen dijual seharga Rp 30 ribu. Sedang untuk sirup berjenis gourmet dibanderol Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu.

Menurut Alfian, jenis Siropen gourmet paling banyak diminati pasar lantaran kebutuhan untuk hotel, restoran, dan cafe sedang tinggi.

"Selain itu, jenis Siropen gourmet paling banyak diminati lantaran produk pesaing hanya berasal dari luar negeri. Ketika dijual di Indonesia, harganya tentu kalah murah dari Siropen,"

Halaman
12
Penulis: Akira Tandika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved