citizen reporter

Jadi Kenal Api-api, Tanjang, dan Bogem di Hutan Mangrove

Belajar di luar kelas itu menyenangkan. Anak-anak SD Muhammadiyah 12 Surabaya bisa mengenal bogem. Itu tanaman yang ada di mangrove.

Jadi Kenal Api-api, Tanjang, dan Bogem di Hutan Mangrove
citizen reporter/Dzanur Roin
Siswa SD Muhammadiyah 12 Surabaya belajar tentang tanaman khas di wisata mangrove Gunung Anyar Surabaya.

Ingin tahu seperti apa tanaman api-api, tanjang, dan bogem? Mari ikut SD Muhammadiyah 12 Surabaya ke Wisata Mangrove Gunung Anyar. Lokasinya di Jalan Medokan Sawah Timur Segoro, Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya.

Kunjungan ke wisata mangrove itu berlangsung Selasa (11/2/2020). Yang ikut 76 siswa kelas 4.

Mengapa ke wisata mangrove? Inilah yang mejadi salah satu alasan para siswa diajak ke tempat itu. Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem hutan dengan kelompok tumbuhan yang dapat hidup di daerah dengan kadar garam yang tinggi.

Selain itu, hutan mangrove menjadi benteng pencegah abrasi yakni pengikisan pantai oleh gelombang air.

Amelia Safitri, Wali Kelas 4 Al-Qodar mengatakan, outing atau pembelajaran ke luar kelas itu memadukan antara belajar dan refreshing. Itu terkesan sedang bermain, padahal mereka belajar banyak hal. Anak-anak benyak mengenal nama tumbuhan dan fungsinya. Selain itu, mereka bisa melihat keindahan dan keagungan ciptaan Tuhan.

Para siswa mengenal tanaman api-api, tanaman tanjang, dan tanaman bogem. Tanaman api-api berfungsi untuk mengurangi dampak abrasi dan membentengi angin yang bertiup dari laut. I

tu menjadi benteng pertama ketika terjadi tsunami. Buah dari pohon bogem juga bisa diolah menjadi minuman sirup yang kenikmatannya tak kalah dengan minuman sirup pada umumnya.

Ananda Jihan Aqilah dari kelas 4 At-Takatsur sangat senang dengan kegiatan itu. Selain mendapat pengetahun banyak hal tentang tanaman dan tumbuhan yang ada dipesisir pantai, ia bisa bermain menikmati pemandangan yang indah dan menyejukkan.

Di tempat wisata yang luasnya 2,9 hektare itu ada hutan mangrove. Darrel Naufal Ardhany siswa kelas 4 Al-Kautsar mencatat, di dalamnya ada berbagai binatang seperti musang, biawak, kepiting, dan berbagai macam burung seperti perkutut, blekok, dan prenjak.

Di hutan mangrove, pengunjung dapat melewati jembatan kayu sepanjang 650 meter dan menaiki menara setinggi 12 meter yang disebut dengan menara Marina. Nayla Shafa Salsabila Siswi kelas 4 Al-Kautsar mengeluh lelah karena harus berjalan jauh. Akan tetapi, ia puas.

Kegiatan terakhir mereka adalah naik perahu sampai ke tengah laut. Ada rasa takut campur senang ketika naik perahu sebagaimana yang disampaikan Ashabul Kahfi siswa kelas 4 Al-Qodar.

“Takut tenggelam,” ujarnya sambil tertawa.

Kegiatan itu melatih keberanian dan tanggung jawab untuk selalu menjaga lingkungan. Anak-anak diajak peduli sejak mereka berusia dini.

Dzanur Roin
Guru SD Muhammadiyah 12 Surabaya
dzanurroin84@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved