Berita Ekonomi Bisnis

Isu Wabah Korona Diprediksi hanya Berimbas pada Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pusat yang disampaikan pada Senin (17/2/2020) memperlihatkan ekspor ke Tiongkok turun sebesar 12,07 persen.

Isu Wabah Korona Diprediksi hanya Berimbas pada Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I
surya.co.id/sri handi lestari
Dari kiri: Diana Mudadalam mendampingi Andrew Chia, bersama Legowo Kusumonegoro, Meru Arumdalu, dan Katarina Setiawan dalam seminar keuangan tahunan WOW Standard Chartered di Surabaya, Selasa (18/2/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Data Badan Pusat Statistik (BPS) pusat yang disampaikan pada Senin (17/2/2020) memperlihatkan ekspor ke Tiongkok turun sebesar 12,07 persen menjadi 2,24 miliar dolar AS pada Januari 2020.

Sedangkan nilai impornya terkontraksi sebesar 2,71 persen menjadi 4 miliar dolar AS. Salah satunya terkait wabah virus korona yang menyerang China dan menyebar ke beberapa negara lainnya.

Namun, menurut Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, hal itu tidak berlangsung lama atau jangka panjang.

"Mengikuti pola imbas wabah penyakit seperti SARS dan MERS, yang kejadiannya hampir sama di awal tahun, hal tersebut tidak akan berlangsung lama. Biasanya pada kuartal II, dan selanjutnya akan mampu tumbuh positif, bahkan bisa lebih tinggi," kata Katarina.

Dia menyampaikan hal itu dalam seminar keuangan tahunan Wealth on Wealth (WoW) yang digelar Standard Chartered Bank di Shangri-La Hotel, Surabaya, Selasa (18/2/2020).

Katarina kemudian menunjukkan, saat wabah SARS terjadi di China pada tahun 2003.

Imbas terasa hingga April 2003, dengan kuartal I ekonomi China masih tumbuh sekitar 11 persen, kemudian kuartal II turun menjadi 9 persen karena imbas SARS, kemudian kuartal III dan VI kembali tumbuh masing-masing 10 persen.

"Kemudian MERS yang terjadi di Arab Saudi pada tahun 2014, imbas penurunan ekonomi terjadi di bulan April atau kuartal II," jelas Katarina.

Di kuartal I, ekonomi Arab Saudi masih di 6,4 persen, kuartal II akibat MERS tumbuh 3,7 persen, kuartal III dan IV masing-masing 2,2 persen dan 2,5 persen.

"Memang terus menurun, tapi masuk tahun 2015 langsung recovery, mampu tumbuh 2,7 di kuartal I dan 3,7 di kuartal II," jelas Katarina.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved