Berita Blitar

2 Bulan Selesai Dikerjakan, Plengsengan Senilai Rp 428 Juta Ambrol di Blitar

Plengsengan yang ada di Kali Abab, Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, mendadak ambrol.

imam taufiq/surya
Plengsengan yang ada di Kali Abab, Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, mendadak ambrol 

SURYA.co.id | BLITAR - Plengsengan yang ada di Kali Abab, Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro, mendadak ambrol. Padahal, tak ada hujan deras dan tak ada luapan air dari sungai saat plengsengan itu ambrol.

Plengsengan itu ambrol berada di sisi timur Kali Abab sepanjang 10 meter dari total panjang 25 meter. Yang membuat warga setempat heran, proyek plengsengan itu baru selesai pada 31 Desember 2019 lalu dengan anggaran Rp 428 juta.

"Saat kejadian itu, tak hujan karena kami bersama warga lainnya, sedang memancing di lokasi itu. Air kali juga biasa-biasa saja, dan tak deras. Namun, tepat tengah malam atau sekitar 00.00 WIB, plengsengan itu ambrol," ujar Susilo (50), warga Lingkungan Ngegong, Kelurahan Gedok, Kecamatan Sananwetan.

Ternyata, plengsengan yang ambrol berada di bawah dam Kali Abab. Itu tepatnya di timur jalan Madura, yang merupakan jalan pintas ke gedung DPRD Kabupaten Blitar.

Plengsengan itu dibuat bukan untuk menahan luapan air kali, namun luapan air dari persawahan dan selokan dari perkampungan.

"Kami ya nggak tahu kejadiannya, apalagi penyebabnya," ujar Rahmat Wijaya, Ketua RT 02 RW 01, Desa Kuningan.

Ditanya siapa yang rekanan mengerjakan proyek itu, Rahmat mengaku juga tak tahu.

Namun, sesuai dengan papan namanya, yang ada di lokasi, itu tertulis sebuah CV yang beralamatkan di Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, dengan nilai Rp 428 juta.

"Kami juga sempat kecewa. Sebab, kami disuruh mencarikan tempat buat menampung material. Namun, begitu proyek selesai, orangnya tak pamit. Termasuk, sisa-sisa material proyek, dibiarkan berserakan, sehingga warga yang membersihkan," ujarnya.

Tahu ada proyek plengsengan ambrol, Ahmad Lazim, Kepala Inspektorat Pemkab Blutar, memuinta agar rekanan yang mengerjakan proyek itu bertanggungjawab.

Sebab, itu masih tahap pemeliharaan karena baru selesai dikerjakan dua bulan lalu.

"Ya, PU (Dinas Pekerjaan Umum) harus tegas, untuk meminta rekanan bertanggungjawab, supaya memperbaiki pekerjaannya lagi," ujarnya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Sugianto, menyesalkann atas kejadian itu. Itu ditengarai kalau pengerjaan kurang bagus dan pengawasan dari PU juga tak maksimal.

"Kami minta agar masyarakat juga ikut mengawasinya. Kalau ada proyek yang pengerjaannya tak bagus, laporkan ke kami," pungkas politisi dari Partai Gerindra ini.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved