Breaking News:

Kilas Balik

Proyek Rahasia Senjata Nuklir Soekarno - Berguru ke China Setelah Uji Bom Atom & Gagal karena PKI

Proyek Rahasia Senjata Nuklir Soekarno - Indonesia Berguru ke China Setelah Uji Coba Bom Atom dan Gagal gara-gara PKI.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
EPA/BBC
Ilustrasi: Proyek Rahasia Senjata Nuklir Soekarno - Berguru ke China Setelah Uji Bom Atom & Gagal karena PKI 

Meski terikat perjanjian dengan AS, Soekarno juga saat itu menjalin hubungan erat dengan Uni Soviet.

Soviet bersedia membantu Indonesia mengembangkan tenaga nuklirnya.

Pusat Penelitian Nuklir pun mulai didirikan di Serpong pada Januari 1965.

Soekarno juga beralih ke China.

Saat itu, Indonesia bersahabat baik dengan China lewat Poros Jakarta-Peking.

New York Times melaporkan China melatih para insinyur Indonesia.

Pada Februari 1965, Hartono mengumumkan 200 ilmuwan nuklir Indonesia sedang menguji bom atom.

Mereka rencananya akan merilis bom atomnya pada 5 Oktober, bertepatan dengan HUT ABRI

Lembaga Teknologi Atom dinaikkan menjadi setingkat kementerian, berubah nama menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN).

"Sudah kehendak Tuhan, Indonesia akan segera memproduksi bom atomnya sendiri," kata Soekarno dalam pidato di Bandung pada 24 Juli 1965.

Gagal gara-gara G30S/PKI

Alasan Soekarno sangat antusias mengembangkan senjata nuklir dan bom atom yakni pengaruh Barat di Asia Tenggara.

Sukarno saat itu menentang kemerdekaan Malaysia yang disokong oleh penjajahnya, Inggris.

Ia khawatir Malaysia akan dijadikan pangkalan militer oleh Inggris.

"Ganyang Malaysia!" adalah semboyan yang tak henti-hentinya disampaikan Soekarno.

Selain itu, kedatangan tentara AS ke Vietnam, juga mengkhawatirkan Soekarno akan model penjajahan baru atau neokolonialisme.

Namun sebelum bom atom impiannya terwujud, Soekarno didera prahara G30S dan lengser pada 1966.

AS tetap melanjutkan dukungannya bagi Indonesia.

Di bawah Soeharto, tenaga nuklir dikembangkan untuk kepentingan energi.

Mimpi bom atom dan senjata nuklir Indonesia pun terkubur bersama Soekarno.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved