Pemkab Banyuwangi

Pemkab Banyuwangi Beri Bantuan Gerobak dan Coolbox kepada UMKM di Peringatan HKN

Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko saat menyerahkan bantuan tersebut berharap para pedagang usahanya berkembang lebih baik lagi.

Pemkab Banyuwangi Beri Bantuan Gerobak dan Coolbox kepada UMKM di Peringatan HKN
Pemkab Banyuwangi
Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, saat menyerahkan bantuan tersebut berharap para pedagang usahanya berkembang lebih baik lagi. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi menyerahkan bantuan sejumlah gerobak dan coolbox (pendingin) kepada beberapa UMKM sektor perdagangan di Banyuwangi. Penyerahan tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN), di halaman Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Senin (17/2/2020).

Bantuan ini berasal dari Kementerian Perdagangan. Total ada 100 penerima bantuan, dengan rincian 50 penerima bantuan berupa gerobak dorong (rombong)  dan 50 penerima coolbox.

Nurhidayah (42), wanita yang sehari-harinya berjualan kue cucur, jasuke (jagung susu keju), dan mie pedas mendapat bantuan gerobak dorong. Gerobak dorong tersebut dilengkapi pula dengan tabung gas berukuran 3 kg.

“Saya sangat terbantu sekali dengan adanya gerobak ini. Dulu saya berjualan nggak pakai gerobak, hanya meja biasa. Kalau mengangkut barang-barangnya juga repot, mesti bolak-balik. Dengan adanya gerobak ini, semua lebih mudah dan hemat waktu. Makanan yang saya jual juga bisa dipamerkan melalui kaca gerobak yang tembus pandang sehingga orang tahu apa yang saya jual,” kata Nurhidayah yang rutin berjualan di Kelompok Pedagang Kuliner (KPK) Pasar Rujak dan Jajanan (PRJ), Desa Paspan, Kecamatan Glagah.

Selain Nurhidayah, ada pula Eko Santoso (50). Eko biasanya menyuplai ayam dan daging babat untuk kuliner rujak soto Ibu Suwati di PRJ Paspan. 

"Saya biasanya menggunakan kulkas untuk menyimpan daging ayam dan babat. Tergolong makan tempat juga, sebab saya nggak punya tempat khusus. Nah bantuan coolbox yang berukuran besar ini akan sangat membantu. Saya nggak perlu lagi repot menyimpan di kulkas. Bahkan coolbox ini bisa langsung diangkut ke lokasi jualan,” tutur Eko.

Para pedagang ini, sebelum dinyatakan layak mendapatkan bantuan, telah mengajukan proposal kepada Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan melalui paguyuban/kelompok pedagang di wilayah masing-masing.

Selain proposal, di dalam pengajuan itu mereka juga menyertakan KTP, foto kegiatan sebelum mendapatkan bantuan, omzet per hari, serta apa yang dijual.

Kemudian pihak Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan akan melaporkannya kepada Kemendag.

“Mereka yang mengajukan harus tergabung dalam paguyuban yang telah diketahui oleh kepala desa/ lurah setempat dan camat, serta telah melakukan kegiatan perdagangan. Setelah proposal disetujui, baru mereka akan mendapatkan bantuan ini,” terang Kepala Seksi Perdagangan Dalam Daerah pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, Budi Utomo.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved