Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Minta ASN Jangan Persulit Perizinan dan Sediakan Tim untuk Konsultasi Investor

Banyaknya proyek ke depan, Khofifah ingin ASN sigap dan tidak memperlama perizinan. Jika pengusaha sudah mengikuti prosedur pengajuan perizinan

Gubernur Khofifah Minta ASN Jangan Persulit Perizinan dan Sediakan Tim untuk Konsultasi Investor
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyalami ASN Pemprov Jatim usai memimpin apel pagi, di halaman Kantor Gubernur Jalan Pahlawan Surabaya, Senin (17/2/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk tidak mempersulit perizinan. Terutama dengan masifnya pembangunan di Jatim setelah terbitnya Perpres No 80 Tahun 2019.

Hal itu ia sampaikan dalam apel pagi Pemprov Jawa Timur, di mana Gubernur Khofifah menjadi Inspektur upacaranya, Senin (17/2/2020), di halaman Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan No 110, Surabaya.

Dikatakan Khofifah, di lampiran Perpres No 80 Tahun 2019 ada sebanyak 218 proyek dengan total anggaran mencapai Rp 292,4 trilliun yang sumber anggarannya bersumber dari APBN, APBD dan juga Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

"Saya berpesan agar semua bisa terlayani. Siapkan tim, untuk memberikan konsultasi pada mereka, terkait titik mana yang harus mereka perbaiki agar bisa memenuhi kualifikasi perizinan. Jangan didiamkan, pasti semua akan dimonitor," kata Khofifah.

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan, di tahun 2021 ke depan, di antara 218 proyek strategis nasional yang ada di lampiran perpres tersebut titik yang menjadi super prioritas adalah pengembangan kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS).

Kawasan BTS akan dijadikan kawasan pariwisata unggulan Jawa Timur yang digadang pemerintah pusat akan menjadi titik wisata Bali baru.

Menurutnya, akan ada banyak proyek penunjang untuk membuat BTS menjadi Bali baru.

Mulai akses transportasi, sarana penunjang pariwisata dan magnet wisata baru.

Misalnya, akan ada pembangunan di Pelabuhan Tanjung Tembaga yang digadang akan menjadi pelabuhan tempat bersandarnya kapal pesiar untuk kemudian di bawa ke BTS. Serta juga ada pembangunan kereta gantung di Bromo.

"Kita ingin pelabuhan Tanjung Tembaga menjadi titik sandar kapal kapal pesiar di Eropa untuk bersandar mampir ke Bromo dan juga Ijen. Rata-rata wisatawan Eropa biasanya 14 hari di Indonesia, kita ingin mereka bisa 4 hari di Jatim," tegasnya.

Untuk itu, dengan banyaknya proyek ke depan, ia ingin ASN sigap dan tidak memperlama perizinan. Jika pengusaha sudah mengikuti prosedur pengajuan perizinan, maka ia meminta agar mereka dipermudah dan diberi layanan yang jelas.

"Sediakan layanan konsultasi sampai mereka memenuhi kualifikasi perizinan yang sesuai prosedur," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved