Pilkada Surabaya 2020

Tujuh Bakal Calon Walikota Surabaya Ikuti Konvensi non-Parpol

Para bacawali ini menyampaikan visi dan misi di hadapan warga masyarakat dan juga sejumlah panelis dari berbagai latarbelakang.

Tujuh Bakal Calon Walikota Surabaya Ikuti Konvensi non-Parpol
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Konvensi Walikota Surabaya (Konwaliboyo) menggelar konvensi terhadap para bakal calon Walikota Surabaya, Minggu (16/2/2020). Sebanyak tujuh bakal calon Walikota Surabaya mengikuti jalannya konvensi yang berlangsung di Aula Pancasila Gedung Fakultas Hukum Unair, Surabaya ini.   

SURYA.co.id, SURABAYA – Konvensi Walikota Surabaya (Konwaliboyo) menggelar konvensi terhadap para bakal calon Walikota Surabaya, Minggu (16/2/2020).

Sebanyak tujuh bakal calon Walikota Surabaya mengikuti jalannya konvensi yang berlangsung di Aula Pancasila Gedung Fakultas Hukum Unair, Surabaya ini.

Para bacawali yang hadir tersebut adalah Gamal Albinsaid (aktivis kesehatan), Hariyanto (Ketua Peradi Surabaya), Reni Astuti (Anggota DPRD dari Fraksi PKS), dan M Sholeh (pengacara/bacawali independen). Selain itu, ada pula Sutjipto Joe Angga (politisi PDI Perjuangan), Rudy Marudut (aktivis 98), hingga Laksamana Muda TNI (Purn) Untung Suropati (mantan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut/Dispenal).

Para bacawali ini menyampaikan visi dan misi di hadapan warga masyarakat dan juga sejumlah panelis dari berbagai latarbelakang. Di antaranya, Prof Sam Abede Pareno (tokoh jurnalis yang juga guru besar Unitomo), hingga Chusnul Mariyah (mantan Komisioner KPU RI dan juga Dosen Ilmu Politik UI) yang juga menjadi Keynote Speaker acara ini.

Donny Handricahyono, penyelenggara dari Konwaliboyo menerangkan bahwa acara bertajuk “Jula Juli Suroboyo” ini merupakan aspirasi dari masyarakat. ”Acara ini merupakan keinginan dari para tokoh dan aktivis Surabaya,” kata Donny ketika dikonfirmasi di sela acara.

Donny mengungkapkan, acara konvensi ini sebagai wujud dari keresahan warga dan lunturnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Di dalam beberapa event politik, partai terkadang memberikan alternatif calon yang tak sesuai dengan aspirasi masyarakat.

”Warga resah terhadapa oligarki partai. Dominasi partai seringkali mengkooptasi kedaulatan suara rakyat. Bakan, dampak dari krisis kepercayaan, masyarakat kemudian berharap pada jalur independen,” urainya.

Penyampaian visi dan misi yang dikemas dalam bentuk formal tersebut juga sempat diisi dengan dialog antara panelis-masyarakat dengan para bacawali. ”Formatnya memang semi serius. Namun, kami lebih mengedepankan pada program para calon,” katanya.

Soal nama-nama yang mengikuti proses konvensi tersebut, Donny menyebut para bacawali mendaftar secara langsung. ”Yang mendaftar kita akomodasi,” katanya.

Pihaknya mengakui bahwa tak semua calon ikut pada konvensi tersebut. Pihaknya pun menyangkan hal ini sebab pihaknya telah memberikan undangan secara langsung. Di antaranya, kepada Machfud Arifin, Whisnu Sakti Buana, hingga Armuji.

”Kami sangat menyayangkan mereka tak bergabung di acara ini. Sebab, acara ini banyak dihadiri oleh masyarakat dan para tokoh,” terangnya.

Hasil dari konvensi tersebut akan diserahkan kepada rakyat. ”Masyarakat akan tahu terhadap siapa yang berkualitas, berakhlak, dan memiliih program kedepan. Ini yang akan menjadi acuan dalam memilih nantinya,” katanya.  

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved