DPRD Kota Surabaya

Pembangunan Merata hinga Pinggiran Kota Surabaya

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono kompak bersama Forkopimda Kota Surabaya mendampingi Wali Kota Tri Rismaharini meresmikan Jalan MERR IIC.

Pembangunan Merata hinga Pinggiran Kota Surabaya
foto: dprd kota surabaya untuk surya.co.id
KOMPAK - Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono kompak bersama Forkopimda Kota Surabaya mendampingi Wali Kota Tri Rismaharini saat meresmikan Jalan MERR IIC Gunung Anyar, Sabtu (15/2). 

Jalan MERR-IIC Gunung Anyar resmi dioperasikan setelah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan jalur lingkar timur tersebut, Sabtu (15/2) lalu. Ruas ini menjadi satu dengan Jl Soekarno.

Hadir dalam peresmian para tokoh masyarakat dan berbagai kalangan. Termasuk Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono.

"Kami apresiasi pembukaan jalan ini. Bertahun-tahun masyarakat menunggunya," kata Adi.

Kini, masyarakat bisa dengan lancar melintasi jalan MERR dari Kenjeran langsung menembus Tol Waru-Juanda hingga Sidoarjo melewati sisi Timur Surabaya. DPRD pun terus mendorong pemerataan pembangunan hingga pinggiran Kota Surabaya.

Dioperasikannya MERR Gunung Anyar menpercepat mobilitas warga. Ekonomi warga di sisi timur juga akan tergerak.

Di Surabaya Barat, lebih dulu terdapat stadion megah Gelora Bung Tomo (GBT). Kini, sedang dikerjakan proyek Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB). Ada juga RS Bhakti Dharma Husada (BDH).

Tahun 2020 ini, juga dirancang rumah sakit tipe C di Surabaya Timur. Tahun 2021 diharapkan akan dilaksanakan pembangunan fisiknya.

“Saya juga menitipkan aspirasi masyarakat kepada Wali Kota Bu Risma, yang meminta tambahan SMP Negeri di Gununganyar. Juga ada permintaan SD Negeri. Usulan itu akan dikaji Pemerintah Kota,” kata Adi.

Isu keadilan sosial, yang dituangkan dalan pemerataan pembangunan, terus disuarakan kalangan pimpinan dan anggota DPRD Kota Surabaya.

DPRD berusaha memperjuangkan hak-hak masyarakat di kawasan pinggiran.

“Di Keputih, telah dibangun taman rekreasi di area yang luas. Selain itu dibangun rumah susun untuk masyarakat yang tidak mampu,” kata Adi.

“Pembangunan kawasan pinggiran terus menggeliat. Tinggal di kawasan pinggiran kota, kini serasa tinggal di tengah kota. Karena sudah banyak restoran, tempat rekreasi keluarga, taman, fasilitas publik, yang dibangun pemerintah dan swasta,” kata Adi. (fai)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved