Pilkada Surabaya 2020

Di Konvensi Walikota Surabaya, Gamal Bahas Angka Pengangguran Hingga Modern Public Transportation

Menurut Gamal, ada 4 hal yang akan menjadi fokusnya bila jadi Wali kota Surabaya. Yakni, masalah pengangguran, kemiskinan, kesehatan, & transportasi

Di Konvensi Walikota Surabaya, Gamal Bahas Angka Pengangguran Hingga Modern Public Transportation
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Gamal Albinsaid memaparkan visi dan misinya di konvensi calon wali kota Surabaya 

SURYA.co.id, SURABAYA – Bakal Calon Walikota Surabaya, Gamal Albinsaid memaparkan visi dan misi membangun Kota Surabaya pada acara Konvensi Walikota Surabaya, Minggu (16/2/2020).

Memberikan paparan di hadapan tokoh dan masyarakat Surabaya, Gamal menyampaikan sejumlah program kedepan.

”Saya menyampaikan kebijakan berbasis data untuk menyelesaikan masalah di Surabaya,” kata Gamal dalam acara yang berlangsung di Aula Pancasila Gedung Fakultas Hukum Unair, Surabaya ini.

Menurut Gamal, ada empat hal yang akan menjadi fokusnya bila terpilih menjadi Wali kota Surabaya. Di antaranya, masalah pengangguran, kemiskinan, melambungnya harga kebutuhan pokok hingga aspek kesehatan dan transportasi.

Soal angka pengangguran, Gamal mencatat data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami fluktuatif selama tiga tahun terakhir. Data TPT pada 2017 di angka 5,98 persen kemudian meningkat menjadi 6,12 persen pada 2018 dan pada Agustus 2019 menurun di angka 5,87 persen.

”Ketika kami melempar pertanyaan ke masyarakat Surabaya, ketersediaan lapangan pekerjaan memang masih menjadi kendala,” kata Gamal.

Untuk itu, Gamal menyiapkan sejumlah terobosan. Di antaranya dengan Program ”Kita Bisa Kerja”. Program ini akan melatih para angkatan kerja agar bisa masuk dunia kerja.

Selain itu, pemerintah kedepan juga akan melakukan link and match untuk menghubungkan angkatan kerja ke perusahaan.

Solusi lain, Gamal juga menyiapkan program bantuan modal dan pendampingan usaha. ”Selain menciptakan tenaga kerja profesional, kami juga ingin melahirkan para wirausaha baru,” urainya.

Masalah kedua, soal harga sembako. Gamal akan menyiapkan terbosan dengan memperkuat suplai, memotong rantai distribusi, dan penguatan pasar tradisional. ”Selain harga sembako, kami juga fokus kepada para masalah kemiskinan,” katanya.

Masalah berikutnya, bidang kesehatan. Untuk mewujudkan akses kesehatan bagi kalangan bawah, pihaknya siap untuk menggratiskan biaya BPJS kelas 3 bagi warga Surabaya.

Sedangkan masalah terakhir adalah bidang transportasi. ”Tranportasi modern seperti halnya LRT dan MRT sudah seharusnya hadir di Surabaya,” pungkasnya.

Selain Gamal, acara ini juga diikuti para Bacawali lain seperti Hariyanto (Ketua Peradi Surabaya), Reni Astuti (Anggota DPRD dari Fraksi PKS), dan M Sholeh (pengacara/bacawali independen). Selain itu, ada pula Sutjipto Joe Angga (politisi PDI Perjuangan), Rudy Marudut (aktivis 98), hingga Laksamana Muda TNI (Purn) Untung Suropati (mantan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut/Dispenal).

Para bacawali ini menyampaikan visi dan misi di hadapan warga masyarakat dan juga sejumlah panelis dari berbagai latarbelakang. Di antaranya, Prof Sam Abede Pareno (tokoh jurnalis yang juga guru besar Unitomo), hingga Chusnul Mar'iyah (mantan Komisioner KPU RI dan juga Dosen Ilmu Politik UI) yang juga menjadi Keynote Speaker acara ini. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved