Berita Probolinggo

Wulan Kepitu Jadi saat Recovery Wisata Bromo, Khofifah Berkuda & Sosialisasi Pembangunan Kawasan BTS

epat Wulan Kepitu dalam kalender masyarakat suku Tengger, masyarakat adat suku asli Tengger memiliki tradisi dan kesepakatan

Wulan Kepitu Jadi saat Recovery Wisata Bromo, Khofifah Berkuda & Sosialisasi Pembangunan Kawasan BTS
Pemprov Jatim
Dengan mengendarai kuda di sepanjang kawasan Pasir berbisik, Khofifah yang didampingi Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, ketua Adat sekaligus anggota DPRD Probolinggo Supoyo dan komunitas warga Tengger, diskusi dan dialog berjalan gayeng di tengah TNBTS, Sabtu (15/2/2020) 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Tepat Wulan Kepitu dalam kalender masyarakat suku Tengger, masyarakat adat suku asli Tengger memiliki tradisi dan kesepakatan. Selama sebulan penuh tidak ada kendaraan bermotor yang boleh masuk ke kawasan Bromo.

Hal ini dilakukan untuk menghormati masyarakat adat Tengger yang biasanya melakukan 'puasa mutih' dalam bulan tersebut dengan tujuan menahan perilaku, sifat keduniawian agar lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Semua wisatawan baik dalam maupun manca negara jika ingin masuk ke kawasan wisata Bromo harus jalan kaki atau memanfaatkan kuda sebagai kendaraan transportasi.

Di saat kawasan Bromo yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini sedang sangat sehat tanpa asap, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanfaatkan momen ini untuk berdialog dengan warga adat Tengger, komunitas jeep, dan juga komunitas penyedia kuda hingga sahabat gunung TNBTS.

Khofifah mengajak mereka berdialog dalam rangka menyerap aspirasi dan juga sosialisasi program pengembangan kawasan BTS yang masuk dalam proyek strategis nasional sesuai dengan Perpres No 80 Tahun 2019.

Pasalnya kawasan TNBTS masuk dalam salah satu dari sepuluh destinasi wisata calon Bali Baru yang akan dikembangkan pemerintah untuk wisatawan. Sehingga dalam waktu dekat pembangunan masif kawasan wisata akan digelar di TNBTS.

Dengan mengendarai kuda di sepanjang kawasan Pasir berbisik, Khofifah yang didampingi Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, ketua Adat sekaligus anggota DPRD Problonggo Supoyo dan komunitas warga Tengger, diskusi dan dialog berjalan gayeng di tengah TNBTS, Sabtu (15/2/2020).

"Dari kemarin sebetulnya proses dialog ini dilakukan. Apa yang terbaik bagi masyarakat Tengger, supaya budayanya terjaga, alamnya terlindungi dan yang terpenting masyarakat adat Tengger menjadi pemilik seputaran Bromo seiring dengan terbitnya Perpres No 80 Tahun 2019," kata Khofifah di tengah masyarjat asli Tengger dan komunitas di sana.

Dikatakan mantan Menteri Sosial ini, dalam perpres tersebut ada tiga kawasan yang masuk dalam prioritas pwecepatan pembangunan Jawa Timur. Salah satunya adalah kawasan Bromo Tengger Semeru. Di bawah koordinasi Kementerian Pariwisata dan Kementerian Bappenas, rencana pembangunan ini sedang disiapkan roadmapnya.

"Tentu kita harus mendengar bagaimana masyarakat wilayah Tengger yang sudah berinteraksi dengan Bromo melihat pembangunan BTS, dan bagaimana rekomendasi mereka, ini akan menjadi masukan strategis," ucap Khofifah.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved