Berita Gresik

SD Muhammadiyah GKB I Gresik Gelar Lomba Lukis Damar Kurung, Ini Tujuannya

SD Mugeb Gresik (SD Muhammadiyah GKB I) mengadakan lomba melukis damar kurung,

SD Muhammadiyah GKB I Gresik Gelar Lomba Lukis Damar Kurung, Ini Tujuannya
Willy Abraham/TribunJatim.com
Kreasi lomba Damar Kurung di SD Muhammadiyah 1 GKB, Sabtu (15/2/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Damar kurung menjadi salah satu identitas Kabupaten Gresik yang saat ini mulai jarang dijumpai. Sejumlah sudut kota sebenarnya sudah dipasang damar kurung, hanya saja, kondisinya mati.

Yang awalnya menjadi hiasan dan ciri khas Kota Pudak menjadi seperti pajangan saja. Guna melestarikan seni tradisional damar kurung, SD Mugeb Gresik (SD Muhammadiyah GKB I) mengadakan lomba melukis damar kurung yang pesertanya adalah orang tua siswa. Bersama sejumlah siswa yang ikut mendampingi.

Nah, dalam proses melukis yang berada di aula sekolah. Para wali murid dan siswa itu dibagi 30 kelompok. Satu kelompok berisi tiga orang.

Damar kurung yang merupakan seni lukis di lentera atau lampion khas Gresik dipopulerkan oleh Mbah Masmudari. Dahulu, damar kurung digunakan sebagai media untuk menceritakan sesuatu lewat gambar.

Meski termasuk seni tradisional, para orang tua nampak kesulitan membuat damar kurung. Sejumlah alat tulis hingga kertas dan kerangka lampion sudah disiapkannya.

"Agak kaku mewarnainya sudah tidak pernah melukis damar kurung," ujar salah satu wali murid, Ellen Yusfianti sambil tertawa, Sabtu (15/2/2020).

Damar Kurung miliknya mengusung tema idul fitri di Kabupaten Gresik. Kemudian pasar bandeng yang selalu digelar setiap tahun.

"Ada pasar bandeng, ada tawar menawarnya, saya lukis disini," tambahnya.

Nah, damar kurung buatan wali murid ini bervariasi. Ada yang mengambil tema landmark Gajah Mungkur versi Pemkab yang saat ini viral. Ada pula yang memberi aksesoris tambahan seperti penanda gempa.

Sementara itu Kepala SD Mugeb Fony Libriastuti mengatakan jika pihak sekolah sengaja menggelar kegiatan lomba pembuatan damar kurung yang pesertanya orang tua.

Menurutnya hal ini untuk mempererat silaturahmi antara pihak sekolah, siswa dan orang tua.

"Nanti akan kita pajang di sudut sekolah. Juga melestarikan budaya asli Gresik," kata Fony.

Fony membeberkan, kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran di sekolah. Dengan mengangkat tema mengenal budaya Gresik, para siswa dituntut untuk mengaplikasikan kecintaan budaya dengan berbagai hal lainnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved