Lebih Mematikan dari Virus Corona, Penyakit Baru di Nigeria Afrika Butuh 2 Hari Bunuh Penderitanya

Baru-baru ini warga Nigeria Afrika diserang penyakit mematikan mengalahkan virus corona yang sedang menimpa warga Kota Wuhan, China.

Lebih Mematikan dari Virus Corona, Penyakit Baru di Nigeria Afrika Butuh 2 Hari Bunuh Penderitanya
Ilustrasi via metro.co.uk dan Tribunnews
ILUStRASI. Lebih Mematikan dari Virus Corona, Penyakit Baru di Nigeria Afrika Butuh 2 Hari Bunuh Penderitanya 

SURYA.co.id - Baru-baru ini warga Nigeria Afrika diserang penyakit mematikan mengalahkan virus corona yang sedang menimpa warga Kota Wuhan, China.

Penyakit yang menyerang warga Nigeria ini belum diketahui penyebabnya. Hanya saja, otoritas negara tersebut mengatakan, penderita lebih dahului mengalami gejala muntah, radang dan diare

Munculnya penyakit tersebut hampir bersamaan dengan wabah virus corona di Wuhan. Namun, kekhawatiran dunia hanya terfokus pada virus corona.

Orang yang mengidap penyakit jenis baru di Nigeri ini hanya bertahan selama 2 hari saja. Berbeda dengan virus corona yang akan membunuh penderitanya rata-rata dalam rentang waktu 14 hari.

Virus corona telah menjadi momok paling menakutkan di dunia saat ini karena penyakit ini mudah membunuh manusia dan belum diketahui obatnya.

Menurut data pada Selasa (11/2/2020) sudah ada 43.103 kasus virus corona, semenntara korban yang meninggal lebih dari 1.000 orang.

Ilham Tri Kusnadi dan adiknya, Tika Putri Laksmi, mahasiswa Pamekasan, saat berada di tempat observasi di Natuna, Provinsi Riau.
Ilham Tri Kusnadi dan adiknya, Tika Putri Laksmi, mahasiswa Pamekasan, saat berada di tempat observasi di Natuna, Provinsi Riau. (istimewa/dok pribadi)

Penyakit ini begitu berbahaya karena 1 orang bisa menularkannya ke 2 orang.

Namun, ini hanya satu masalah mengerikan yang ada di dunia ini.

Faktanya ada penyakit baru yang disebut jauh lebih mematikan dari virus corona.

Seperti dikutip dari The Guardian, pada Selasa (11/2/2020), virus mematikan itu muncul di Nigeria Afrika.

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved