Perampokan Emas di Wonokromo Surabaya

KRONOLOGI Perampokan Emas di Wonokromo Surabaya, Secepat Kilat Gondol 200 Gram Perhiasan & Berpistol

Kejahatan di wilayah Kota Surabaya kembali marak. Kali ini perampokan emas di sebuah toko di kawasan Wonokromo Surabaya membawa korban harta dan jiwa.

KRONOLOGI Perampokan Emas di Wonokromo Surabaya, Secepat Kilat Gondol 200 Gram Perhiasan & Berpistol
SURYA.co.id/Firman Rachmanudin
Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian perampokan sebuah toko emas di Jalan Raya Wonokromo, Surabaya, Sabtu (15/2/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kejahatan di wilayah Kota Surabaya kembali marak. Kali ini perampokan emas di sebuah toko di kawasan Wonokromo Surabaya membawa korban harta dan jiwa.

Bahkan, perampokan emas di Wonokromo ini berlangsung secepat kilat hingga dalam waktu sekejap mampu menggondol 200 gram emas, jika dikonversikan senilai sekitar Rp 120 juta.

Saat beraksi, kawanan perampok itu menggunakan senjata pistol dan celurit. Seorang pegawai yang enggan menuntukkan badannya pun kena pukulan ganggang pistol.

Perampokan terjadi di toko emas Subur di Jalan Raya Wonokromo nomor 26, Sabtu (15/2/2020) sore sekitar pukul 15.15 WIB.

Dua perampok tersebut tak sampai tuntas melakukan aksinya lantaran karyawan toko berteriak minta tolong serta membunyikan alarm darurat.

Hal itu disampaikan Kapolsek Wonokromo, Kompol Christoper Adhikara Lebang di lokasi kejadian.

"Sekitar 200 gram perhiasan, nilainya sekitar 120 juta rupiah," kata Christoper.

Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian perampokan sebuah toko emas di Jalan Raya Wonokromo, Surabaya, Sabtu (15/2/2020).
Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian perampokan sebuah toko emas di Jalan Raya Wonokromo, Surabaya, Sabtu (15/2/2020). (SURYA.co.id/Firman Rachmanudin)

Dari tiga karyawan dan satu pemilik toko yang ada di dalam toko, seorang karyawan alami luka pada bagian kepalanya usai dipukul menggunakan gagang celurit milik salah seorang pelaku.

Suparti, warga sekitar toko sempat mendengar bunyi alarm yang sangat keras di depan jalan.

Ternyata alarm itu merupakan tanda bahaya yang ditekan oleh salah seorang karyawan dari dalam toko.

Halaman
1234
Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved