Berita Surabaya
Kembali ke Natural, Membuat Parfum Aromaterapi untuk Kesehatan Tubuh
Sebagai salah satu pengobatan alternatif, aromaterapi atau yang juga dikenal sebagai minyak esensial ini memang sudah banyak digunakan
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id | SURABAYA - Sebagai salah satu pengobatan alternatif, aromaterapi atau yang juga dikenal sebagai minyak esensial ini memang banyak digunakan.
Senyawa aromatik yang bisa menenangkan dan memengaruhi suasana hati itu dikemas dalam berbagai bentuk, salah satunya parfum.
Mengetahui manfaatnya, Adila Bawazier (32) pun mengikuti workshop membuat parfum aromaterapi di MedicElle Clinic, Surabaya, Sabtu (15/2/2020).
"Hari ini saya bikin dua parfum. Satu untuk anak-anak, satunya untuk dewasa. Untuk yang anak-anak, saya pakai sandalwood dan orange. Sementara untuk dewasa saya pakai sandalwood, lemon grass, lemon dan pappermint," katanya.
Aromaterapi, menurut Adila, memberikan dampak baik bagi tubuh.
Saat anak sakit, misalnya, ia memilih aromaterapi supaya kondisinya membaik.
"Bikinnya tadi juga nggak susah sih. Tadi mencampur essential oil dulu. Setelah itu, dikasih vitamin dan coconut oil. Setelah ikut workshop ini, ke depan bakal sering-sering saya pakai sih," ia mengatakan.
dr Nova Primadina SpBP-RE, founder Neova Natural Aromatherapy Skincare menyampaikan, untuk membuat parfum aromaterapi harus menggunakan full essential oil.
"Harus dari sari tumbuhan murni. Meskipun aromanya kuat, tidak akan membuat pusing. Beda sama pewangi ruangan yang terkadang membuat pusing," kata Nova.
Beberapa tanaman yang biasa dimanfaatkan yakni seperti jeruk, kopi, serai, rosmary, sitrun, cengkeh dan lainnya.
"Bau yang ditimbulkan memberikan efek terapi. Aromanya merangsang otak supaya mengeluarkan chemical substances yang membuat diri lebih tenang," terangnya.
Efek aromaterapi lebih optimal jika tubuh mempercayai manfaatnya. Hal ini juga bisa digunakan sebagai terapi suportif.
"Untuk membuat parfum aromaterapi, saya memakai kemasan roll on. Pertama, minyak kelapa dimasukkan dulu. Kemudian pakai botol lain untuk mencampur essential oil, setelah itu baru dimasukkan di kemasan roll on," paparnya.
Tak lupa ditambahkan vitamin E untuk memperkuat bau. Selain itu juga bermanfaat melembabkan kulit.
"Untuk membuatnya harus didampingi. Selain itu harus menaati safety issues, seperti harus menggunakan sarung tangan untuk menghindari iritasi," kata Nova.
Ia pun berharap, masyarakat bisa lebih memanfaatkan obat yang berbahan alami.
"Tubuh bisa lebih menyerap yang alami. Ekstrak tumbuhan memilki banyak sekali manfaat, seperti meningkatkan kekebalan tubuh, membangkitkan semangat, menenangkan dan sebagainya. Sayangnya, belum banyak yang memanfaatkan. Ayo kita kembali ke yang natural," pungkasnya.
