Berita Surabaya

Harga Gula di Pasaran Naik, Begini Penjelasan Disperindag Jatim

Harga gula di Jawa Timur beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan yang cukup signifikan .

Harga Gula di Pasaran Naik, Begini Penjelasan Disperindag Jatim
surya/sutono
Ilustrasi Pedagang gula pasir 

SURYA.co.id | SURABAYA - Harga gula di Jawa Timur beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan yang cukup signifikan bahkan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 12.500.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim, Tri Bagus Sasmito, mengatakan kenaikan ini bukan hanya terjadi di Jawa Timur tapi juga nasional.

"Harga rata-rata di Jakarta itu Rp 15 ribu, di Jawa Barat dan Jawa Tengah rata-ratanya Rp 14 ribu, kita masih di bawah Rp 14 ribu yaitu Rp 13.750," ucap Tri Bagus, Sabtu (15/2/2020).

Bagus sudah memantau di 116 pasar di Jatim, memang ada yang menjual gula dengan harga hingga Rp 14 ribu tapi banyak juga yang menjual Rp 13 ribu

"Memang mulai naik awal bulan Januari, lalu pada pertengahan Januari sudah diatas HET yang ditetapkan pemerintah," lanjutnya.

Ada beberapa sebab yang menyebabkan harga gula di pasaran tinggi, salah satunya adalah harga putusan lelang yang sudah tinggi dari produsen (pabrik gula) ke distributor yang mencapai Rp 12 ribu.

"Distributor membeli ke pabrik gula sudah Rp 12 ribu, tidak mungkin jatuh di pasar Rp 12.5 karena ada beberapa rantai yang harus di lalui. Setelah distributor ada sub-distributor lalu pedagang besar dan ke pedagang baru ke konsumen," jelasnya.

Terkait stok gula di Jawa Timur, Bagus mengakui memang menipis, namun untuk memenuhi kebutuhan Jawa Timur masih cukup.

"Kebutuhan gula di Jawa Timur adalah 35.100 ton perbulan, sedangkan ketersediaan awal bulan Februari 2020 masih sekitar 150an ribu ton. Jadi asumsi kita masih cukup sampai bulan Mei," terang Bagus.

Namun masalahnya, perdagangan gula ini tidak hanya di Jawa Timur saja, tapi ke Indonesia timur juga.

"Gula ini kan terbagi milik pabrik gula, pedagang, dan petani. Nah kita koordinasi agar fokus ke kebutuhan Jawa Timur dulu agar bisa terpenuhi, baru ke daerah lain," lanjutnya.

Lebih lanjut, untuk mengendalikan harga gula agar tidak terus naik dan kembali stabil tidak melebihi HET, Bagus mengatakan pemerintah sudah melakukan operasi pasar bekerjasama dengan sejumlah pihak terkait.

"Operasi pasar sudah dilakukan hampir setiap hari di hampir 30 titik. Kita jual dengan harga Rp 11.500," kata Bagus.

"Ini mau kita perpanjang karena efektivitas operasi pasar itu kalau di grojok dalam jumlah yang banyak. Mudah-mudahan segera bisa di bawah HET," tutupnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved