Pilwali Surabaya 2020

Warga Sebut Dukungan ke Sosok Calon Pilwali Surabaya 2020 Tak boleh Dibatasi

Gelombang dukungan warga masyarakat Kota Pahlawan untuk Eri Cahyadi menjadi Wali Kota Surabaya meneruskan tugas Tri Rismaharini semakin kuat.

Warga Sebut Dukungan ke Sosok Calon Pilwali Surabaya 2020 Tak boleh Dibatasi
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Warga Sambikerep melakukan deklarasi dukungan untuk Eri Cahyadi melanjutkan tugas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Senin (10/2/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gelombang dukungan warga masyarakat Kota Pahlawan untuk Eri Cahyadi menjadi Wali Kota Surabaya meneruskan tugas Tri Rismaharini semakin kuat. Warga kampung satu persatu ikut turut melakukan deklarasi mendukung tokoh yang kini menjabat sebagai Kepala Bappeko tersebut.

Hari ini, Jumat (14/2/2020), giliran warga Kejawan Putih, Kecamatan Sukolilo, yang menyampaikan dukungannya. Bahkan, deklarasi warga Kejawan Putih ini didatangi oleh beberapa warga dari kampung lain yang sudah melakukan deklarasi.

"Kemarin, ada kritikan yang disampaikan tentang idola kami. Kami harus menguatkan mental dan semangat warga agar tidak kendur dan lesu darah hanya gara-gara tuduhan yang tidak berdasar tersebut," kata Asdi Biyan Lukito atau Mas Luluk yang datang dari kampung Bulak.

Menurutnya, banyak warga yang kaget dan tidak terima akibat jika Eri Cahyadi diberitakan negatif atau diperlakukan tidak seharusnya, termasuk menuduh bahwa Eri Cahyadi melakukan curi start dan menggerakkan untuk kampanye terselubung.

Seperti memasang spanduk, menyebarkan flyer, dan juga menggerakkan deklarasi warga, padahal hal tersebut adalah murni inisatif warga masyarakat sendiri.

"Jujur, banyak warga yang syok. Warga saja saling menjaga agar komunikasi dengan pendukung cawali lain tidak sampai menyakiti hati. Ayolah kita sama-sama menjaga, untuk jogo Suroboyo bareng-bareng," kata Mas Luluk.

Abdul Kamid, Relawan Eri Tenggilis Mejoyo, juga mengatakan hal serupa.

Ia menyebut bahwa aspirasi warga masyarakat tidak boleh dibatasi.

"Apakah dia hendak membungkam aspirasi warga seperti kami? Dukungan politik itu dijamin oleh konstitusi. Kami sedang menggunakan hak konstitusi kami. Kok malah direspons dengan kasar seperti ini. Apakah rakyat jelata seperti kami tidak boleh menyampaikan aspirasi politik," kata Abdul Kamid.

Seperti diberitakan sejumlah media, politisi PKB Mahfudz menuding Eri Cahyadi sebagai dalang di balik pemasangan spanduk dan brosur profil dirinya.

Namun, saat ditanya apa buktinya, Mahfudz hanya menyodorkan selembar brosur profil Eri Cahyadi.

"Padahal, sudah tiga bulan terakhir kami bergerak dengan urunan sendiri. Tidak ada sangkut pautnya dengan Pak Eri. Eh lha kok warga-warga lainnya ikut juga. Alhamdulillah, makin banyak warga yang merasakan hal yang sama bahwa hanya orangnya Bu Risma yang bisa melanjutkan kebaikan di Surabaya," katanya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved