Berita Tuban

Seusai Vonis Waketum Kwan Sing Bio Tuban, Bambang Dilaporkan Balik Ke Polda Jatim

kuasa hukum Waketum Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban melaporkan balik terhadap pelapor yakni Bambang Djoko Santoso.

Seusai Vonis Waketum Kwan Sing Bio Tuban, Bambang Dilaporkan Balik Ke Polda Jatim
m sudarsono/surya
Kuasa hukum Liu Pramono, Sofyan Jimmy Yosadi menyatakan melaporkan Bambang Djoko Santoso karena diduga memberikan keterangan palsu saat sidang, Jumat (14/2/2020) 

SURYA.co.id | TUBAN - Vonis terhadap Wakil Ketua Umum (Waketum) Kelenteng Kwan Sing Bio, Liu Pramono baru saja diputuskan oleh Pengadilan Negeri Tuban, Kamis (13/2/2020). Liu divonis enam bulan penjara oleh majelis hakim atas kasus pemalsuan surat atau dokumen.

"Liu divonis enam bulan penjara, tapi dia sudah menjalani masa tahanan sejak 11 Oktober 2019. Jadi hukumannya tinggal sisa dua bulan penjara," kata Humas Pengadilan Negeri Tuban, Donovan Akbar Kusuma usai sidang.

Namun seolah genderang perang belum berakhir, kuasa hukum Liu melaporkan balik terhadap pelapor yakni Bambang Djoko Santoso.

Menurut kuasa hukum Liu, Sofyan Jimmy Yosadi, selama persidangan Bambang memberikan keterangan palsu.

Bambang bilang dia rugi materi sebanyak Rp 100 juta karena mengunjungi sejumlah kelenteng di Surabaya, Semarang, Bali, dan beberapa tempat lain untuk bertemu orang, membicarakan masalah yang dihadapi.

Namun faktanya setelah dikroscek, pihak bersangkutan sebagaimana yang disebut pelapor mengatakan tidak pernah bertemu Bambang selama dua sampai tiga tahun terakhir.

Atas klarifikasi itulah pihaknya melaporkan Bambang ke Polda Jatim karena memberikan keterangan palsu.

"Sudah kita laporkan, ini dalam proses. Dia sudah disumpah hakim, tapi memberikan keterangan bohong, ancaman hukuman 7 tahun penjara ini," pungkasnya.

Sementara itu, Bambang yang juga sebagai kordinator Lithang Konfusiani, tidak mempersoalkan laporan tersebut. Bambang justru mempersilahkan. 

Baginya, itu hanya sebagai gertakan saja, sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

"Saya tunggu, silahkan saja laporkan," jawab pria yang juga sebagai seksi pemuda dan olahraga Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban itu.

Sekadar diketahui, kasus bermula saat Bambang Djoko Santoso melaporkan Liu Pramono karena memalsukan dokumen atau surat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban di tahun 2018 silam.

Surat yang dipalsukan tersebut terkait membuat dokumen untuk menghadiri Kongres Pemuda Agama Konghucu Indonesia di Jakarta pada tanggal 9-11 September 2018.

Setelah dilaporkan, Liu ditetapkan tersangka oleh polisi hingga divonis bersalah oleh Majelis Hakim PN Tuban dengan hukuman pidana 6 bulan penjara.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved