Berita Kediri

Pemicu Pegiat Antikorupsi Demo Kantor Kejari Kota Kediri

Belasan pegiat antikorupsi Kota Kediri yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Kediri (IPK) unjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri.

SURYA.co.id | KEDIRI - Belasan pegiat antikorupsi Kota Kediri yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Kediri (IPK) unjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri, Jumat (14/2/2020)

Massa memprotes minimnya pengungkapan kasus korupsi Kantor Kejari Kota Kediri serta dihentikannya penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Taman Brantas.

Tomy Aribowo, koordinator aksi demo menyebutkan, pihaknya menyesalkan minimnya ungkap kasus dugaan korupsi di Kota Kediri.

"Pemberantasan korupsi di Kota Kediri nol besar," ungkapnya.

Disebutkan, dugaan korupsi pembangunan Taman Brantas akhirnya juga tidak berlanjut.

"Penjelasan kejaksaan sebelum adanya penyidikan uangnya sudah dikembalikan Rp 800 juta. Setelah dikembalikan kasus selesai," jelasnya usai dialog dengan pejabat kejaksaan.

Dugaan korupsi ini mencuat setelah hasil audit BPK menemukan kelebihan bayar kepada rekanan senilai Rp 800 juta. Namun pengusutan dihentikan setelah kelebihan bayar dikembalikan ke kas daerah.

Tommy juga mengungkapkan, dalam dialog antara perwakilan massa dengan pejabat kejaksaan juga terungkap salah satu kendala penyidikan korupsi butuh biaya besar. Satu kasus butuh biaya sampai Rp 200 juta.

"Kami teman-teman anti korupsi sepakat akan ikut urunan untuk memberantas kasus korupsi di Kota Kediri. Nanti kita akan ngamen supaya semua kasus korupsi diteruskan," tandasnya.

Termasuk dugaan penyimpangan yang ada pada kegiatan Prodamas dan Taman Hutan Kota Jayabaya diminta ditindaklanjuti.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved