Berita Surabaya

Dinyatakan Steril Dari Corona, 65 WNI yang Pulang ke Jatim Tak Dapat Perlakuan Khusus di Bandara

Kadinkes Jatim menyebut tidak ada perlakuan khusus kepada 65 WNI dari Wuhan yang baru dikarantina di Natuna dan pulang ke Jatim, besok (15/2/2020)

Dinyatakan Steril Dari Corona, 65 WNI yang Pulang ke Jatim Tak Dapat Perlakuan Khusus di Bandara
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Penumpang pesawat tiba di terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, Rabu (22/1/2020). Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya wilayah kerja bandara Juanda meningkatkan kewaspadaan dengan memasang alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) untuk mengantisipasi masuknya virus corona yang berasal dari negara China ke wilayah Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana mengatakan tidak ada perlakuan khusus terhadap 65 WNI dari Wuhan, Tiongkok, yang baru dikarantina di Natuna dan pulang ke Jawa Timur, Sabtu (15/2/2020) esok. 

Ini karena 65 WNI tersebut sudah dinyatakan sehat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) setelah melewati masa inkubasi selama dua minggu.

Sehingga sesampainya di Bandara Juanda pun tidak akan ada pemeriksaan lebih lanjut

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) dan lainnya, bahwa (65 WNI) ini sama dengan penumpang-penumpang yang lain. Karena dia sudah dipastikan tidak ada virus Corona di dalam tubuhnya,” ucap Herlin, Jumat (14/2/2020).

Namun begitu, Herlin mengimbau 65 WNI ini agar tidak berbaur untuk beberapa saat dengan masyarakat umum sebagai bentuk kewaspadaan dengan virus Corona.

Begitu juga, ketika nanti ditemukan gejala panas dan sesak napas, 65 WNI juga diimbau agar segera memeriksakan diri ke pusat kesehatan terdekat.

“Maka kalau sudah sampai di daerahnya masing-masing cuma kita biasa menjaga (kesehatan) aja. Meskipun Kementerian Kesehatan sudah menyatakan bahwa sudah melalui dua kali masa inkubasi Insyaallah aman. Akan tetapi namanya virus-virus baru kita jadi kita tetap harus waspada sementara jangan kumpul dengan banyak orang,” lanjut Herlin.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved