Berita Surabaya

Aktivis Lingkungan Desak Pemerintah Gunakan Kantung Plastik Ramah Lingkungan, TPA Didominasi Plastik

Ketua Umum KPPL-I Nasional Puput TD Putra mendesak Pemerintah terkait penggunaan kantung plastik ramah lingkungan.

Aktivis Lingkungan Desak Pemerintah Gunakan Kantung Plastik Ramah Lingkungan, TPA Didominasi Plastik
surya.co.id/nuraini faiq
KPPL-I meninjau pabrik pengolahan plastik ramah lingkungan di Jawa Timur 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Umum Koalisi Pemantau Plastik Ramah Lingkungan Indonesia (KPPL-I) Nasional Puput TD Putra mendesak Pemerintah terkait kewajiban penggunaan kantung plastik ramah lingkungan.

Sebab, kantung dan kemasan plastik ramah lingkungan merupakan salah satu alternatif solusi pengurangan sampah plastik yang tidak dapat terurai di tempat pembuangan akhir (TPA).

"Harus ada daya tekan dan kebijakan Pemerintah," kata Puput, Jumat (15/2/2020).

Kebijakan pengurangan penggunaan plastik yang tidak mudah terurai harus segera dilakukan oleh pemerintah.

Ini untuk mengurangi volume sampah masuk TPA yang masih didominasi sampah plastik tidak mudah terurai.

 “Sampai saat ini volume sampah di TPA masih didominasi sampah plastik, dan ini kebanyakan plastik yang butuh waktu ratusan tahun untuk terurai,” ujar Puput.

Perbedaan pemahaman mengenai definisi plastik ramah lingkungan, menurut Puput  harus segera disamakan.

Dia mencontohkan adanya SNI Ecolabel yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Label ini merupakan bagian dari menghadirkan produk kantung dan kemasan plastik yang ramah lingkungan.

Namun, dipahami berbeda-beda di level pemerintahan di bawahnya.

 "Dianggapnya ramah lingkungan itu adalah plastik yang dapat dipakai berulang kali, walaupun itu berbahan plastik konvensional. Maka masyarakat perlu diberi penyadaran untuk beralih menggunakan plastik ramah lingkungan," katanya.

Intinya plastik yang ramah lingkungan adalah sesuai Undang-undang Persampahan. Sampah ini harus berakhir di TPA dan bisa terurai secara alami.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved