Berita Nganjuk

Tahun 2023, Seluruh Bidang Tanah di Kabupaten Nganjuk Diharapkan Sudah Bersertifikat  

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Nganjuk diharapkan tuntas tahun 2023.

Tahun 2023, Seluruh Bidang Tanah di Kabupaten Nganjuk Diharapkan Sudah Bersertifikat  
surya.co.id/ahmad amru muiz
Kepala BPN Kabupaten Nganjuk, Edison. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Nganjuk diharapkan tuntas tahun 2023.

Dengan demikian, pada tahun tersebut kalaupun masih ada bidang tanah yang belum bersertifikat maka dipastikan itu sebagai tanah dalam sengketa atau bermasalah sehingga belum bisa disertifikatkan.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk, Edison menjelaskan, untuk tahun 2020 ini di Kabupaten Nganjuk mendapatkan kuota 37 ribu sertifikat bidang tanah dari sekitar peta bidang tanah (PBT) yang mencapai 37 ribu.

Di mana kuota PTSL tersebut dibagi merata berdasar usulan dan permohonan dari Desa.

"BPN sendiri dengan kuota PTSL tersebut sudah menjalankan penyuluhan mencapai 100 persen, artinya saat ini tinggal menjalankan proses PTSL yang telah diusulkan tersebut," kata Edison, Kamis (13/2/2020).

Dijelaksan Edison, pada tahun 2019 lalu jumlah PBT yang diusulkan dalam PTSL di Kabupaten Nganjuk mencapai 56 ribu bidang tanah.

Dari jumlah tersebut sebanyak 39.500 bidang tanah sudah disertifikat melalui PTSL dan hingga bulan Februari 2020 sudah sekitarf 70 persen sertifikat dari PTSL telah diserahkan kepada warga yang mengajukan pemohon sertifikat tanah melalui PTSL.

"Mudah-mudahan bulan depan seluruh sertifikat tanah dari pemohon PTSL bisa kami serahkan, setiap minggu saat ini penyerahan terus kami lalukan," ucap Edison.

Memang, diakui Edison, kuota PTSL di wilayah Kabupaten Nganjuk untuk tahun 2020 mengalami penurunan dibanding kuota tahun 2019.

Hal itu dipengaruhi oleh kesiapan PBT dan jumlah usulan PTSL dari pihak desa dan masyarakat.

Dimana itu setelah BPN melakukan pendataan bidang tanah telah disertifikat dan permasalahan bidang tanah yang ada.

Akan tetapi, tamnbah Edison, untuk tahun 2021 mendatang kuota PTSL di Kabupaten Nganjuk dipastikan akan meningkat hingga tiga kali lipat atau mencapai 117 ribu bidang tanah.

Dengan demikian diperlukan upaya keras dari tim BPN untuk melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada warga yang belum mengikuti PTSL di setiap Desa.

"Untuk itu, kami akan membantu penyelesaian persoalan tanah yang terjadi milik warga seiring dengan sosialisasi PTSL," tutur Edison.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved